Menu

Mode Gelap
Kontrak PPPK Terancam tak Diperpanjang Sejumlah Pemda, DPR RI Prihatin ASN ‘Kerja dari Rumah’ tiap Jumat, Berlaku mulai 1 April Sekretaris DPRD Kota Makassar Andi Rahmat Mappatoba Ikuti PKN II LAN RI untuk Perkuat Kepemimpinan Birokrasi THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional

Parepare · 24 Jun 2025 11:24 WITA ·

Pemkot Parepare Dorong Sinergi Lintas Sektor Tangani AIDS, TBC, dan Malaria


 Pemkot Parepare Dorong Sinergi Lintas Sektor Tangani AIDS, TBC, dan Malaria Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, PAREPARE — Pemerintah Kota Parepare menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem kesehatan daerah melalui penguatan perencanaan dan penganggaran program penanggulangan penyakit menular. Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Penganggaran Terkait AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria yang berlangsung di Café Lagota, Selasa, 24 Juni 2025.

Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, yang hadir mewakili Wali Kota Parepare, Dr. HM. Taufan Pawe, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Hermanto mengapresiasi Dinas Kesehatan dan para mitra teknis atas inisiatif strategis yang dinilainya krusial dalam upaya memperkuat ketahanan layanan kesehatan di daerah.

“Atas nama Pemerintah Kota Parepare, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya lokakarya ini, khususnya Dinas Kesehatan dan mitra kerja teknis,” ujar Hermanto.

Ia menegaskan bahwa perencanaan yang akurat dan penganggaran yang efisien menjadi fondasi utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, termasuk AIDS, TBC, dan malaria, yang masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Hermanto berharap agar hasil lokakarya ini mampu melahirkan dokumen yang tidak hanya aplikatif, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat dan memperkuat respons kebijakan yang kolaboratif dan berbasis data.

“Penyakit seperti AIDS, TBC, dan malaria memerlukan pendekatan multisektoral. Oleh karena itu, sinergi antarinstansi mutlak diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menyentuh sasaran,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, organisasi masyarakat sipil, lembaga mitra pembangunan, serta pemangku kepentingan lainnya yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan masyarakat. Para peserta bersama-sama merumuskan strategi integratif guna menciptakan layanan kesehatan yang merata, inklusif, dan berkualitas di Kota Parepare.(*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekda Sidrap: Program Taspen Bukan Hanya Urusan Pensiun

2 April 2026 - 14:15 WITA

500 Peserta Hadiri Rakor Pangan Sidrap, Strategi Besar Hadapi El Nino Disiapkan

1 April 2026 - 21:53 WITA

Kontrak PPPK Terancam tak Diperpanjang Sejumlah Pemda, DPR RI Prihatin

1 April 2026 - 16:46 WITA

ASN ‘Kerja dari Rumah’ tiap Jumat, Berlaku mulai 1 April

1 April 2026 - 16:09 WITA

Sekretaris DPRD Kota Makassar Andi Rahmat Mappatoba Ikuti PKN II LAN RI untuk Perkuat Kepemimpinan Birokrasi

1 April 2026 - 13:39 WITA

THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang

1 April 2026 - 13:29 WITA

Trending di Ekonomi

Sorry. No data so far.