AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang menunjukkan dukungan nyata terhadap program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan melepas pengiriman 10 truk telur ayam ras ke sejumlah provinsi di Indonesia, Jumat, (16/1/2026).
Langkah ini menegaskan peran strategis Sidrap sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Pelepasan pengiriman dilakukan langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, melalui prosesi simbolis pemecahan gendi sebagai tanda dimulainya distribusi telur ke berbagai daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri para pelaku usaha peternakan telur dari berbagai wilayah di Bumi Nene Mallomo, yang selama ini menjadi tulang punggung produksi telur nasional.
Pengiriman telur dengan nilai mencapai sekitar Rp2 miliar itu ditujukan ke sejumlah kota dan provinsi, di antaranya Kendari, Samarinda, Nunukan, Balikpapan, Banjarmasin, Tarakan, serta Makassar.
Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa Sidrap saat ini dikenal sebagai lumbung telur Indonesia, dengan produksi harian mencapai nilai sekitar Rp8 miliar atau setara Rp2,8 triliun per tahun.
Produksi tersebut menjadi kekuatan utama Sidrap dalam mendukung program pemerintah pusat yang menyasar peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Pengiriman telur ini membuktikan bahwa Sidrap adalah lumbung telur nasional. Ini adalah kontribusi nyata kami untuk menyuplai kebutuhan program makanan bergizi gratis di seluruh Indonesia,” tegas Syaharuddin.
Ia mengungkapkan, populasi ayam petelur di Kabupaten Sidrap mencapai sekitar 5 juta ekor dan terus berproduksi setiap hari dalam jumlah besar.
Kondisi ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peternakan telur menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Sidrap sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan, selain sektor beras,” tambahnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sidrap berencana meningkatkan skala distribusi. Pengiriman telur direncanakan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan, dengan target pengiriman berikutnya mencapai hingga 50 truk telur untuk memenuhi kebutuhan program MBG di berbagai wilayah Indonesia. (*/adv)












