Menu

Mode Gelap
13 Camat Dilantik, Ketua DPRD Makassar Dukung Penyegaran Pemerintahan Kecamatan Dihadiri Tokoh-tokoh NU, Yasinan Digelar di Rujab Bupati Sidrap Partai PSI ‘Magnet Baru’ di Wajo, Anggelina Putri, Cucu H.Sutomo Dawi Gabung Ke PSI Pasca Dilantik, Ketua PSI Sidrap Fokus Benahi Struktur hingga Ranting Masyarakat Wajib Tahu, Ini Daftar Penyakit yang Pengobatannya Ditanggung BPJS Kesehatan

Sidrap · 23 Mar 2025 11:17 WITA ·

Produksi Telur di Sidrap Capai Rp4,5 Miliar per Hari, Pemda Bahas Kebijakan Harga


 Produksi Telur di Sidrap Capai Rp4,5 Miliar per Hari, Pemda Bahas Kebijakan Harga Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, memimpin rapat koordinasi sektor peternakan guna membahas harga acuan telur ayam ras, Ahad (23/3/2025), di Baruga Kompleks SKPD Sidrap.

Rapat ini menghadirkan berbagai pihak terkait, termasuk peternak, distributor, pedagang, penyuluh, serta instansi pemerintah. Tujuan utama pertemuan ini adalah menyatukan persepsi dan mencari solusi guna menjaga stabilitas harga telur di pasaran.

Turut hadir dalam rapat tersebut Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap Andi Rahmat Saleh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Siara Barang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Iqbal, serta Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Suharya Angriani.

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menekankan bahwa sektor peternakan, khususnya produksi telur ayam ras, merupakan salah satu pilar ekonomi utama di Kabupaten Sidrap.

“Sidrap dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan yang tepat dalam menentukan harga acuan, agar tetap menguntungkan bagi peternak namun juga terjangkau bagi masyarakat,” ujar Syaharuddin.

Ia menambahkan bahwa harga telur yang terlalu rendah dapat merugikan peternak, sementara harga yang terlalu tinggi akan membebani konsumen. “Kita harus menemukan titik keseimbangan yang menguntungkan semua pihak, termasuk pedagang,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya mencegah dominasi harga oleh kelompok tertentu yang dapat menyebabkan fluktuasi tajam.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap, Suharya Angriani, dalam laporannya menyampaikan bahwa Sidrap merupakan salah satu daerah penghasil telur terbesar di Indonesia Timur.

Saat ini, populasi ayam petelur di Sidrap mencapai 4.940.118 ekor, dengan produksi harian sekitar 100.000 rak telur. Dengan harga rata-rata Rp45 ribu per rak, nilai transaksi telur di Sidrap mencapai Rp4,5 miliar per hari.

“Ini menunjukkan betapa besarnya kontribusi sektor peternakan terhadap perekonomian daerah,” ungkap Suharya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembibitan dan Kesehatan Hewan, Haris Alimin, menyoroti perbedaan harga akibat adanya tiga versi stiker harga telur yang beredar di pasaran.

Ia menegaskan pentingnya penyatuan persepsi mengenai harga telur ayam ras, mengingat Sidrap telah menjadi barometer harga telur di Indonesia Timur.

“Dalam rapat ini, kami ingin mendengar langsung masukan dari para pelaku usaha peternakan agar kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan,” pungkas Haris.

Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta kesepakatan harga yang adil dan stabil, sehingga dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi telur ayam ras di Sidrap. (asp)

Artikel ini telah dibaca 150 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Program Umrah Akbar Annur–JRW, Kloter Kedua Tiba di Sidrap

7 Februari 2026 - 06:57 WITA

13 Camat Dilantik, Ketua DPRD Makassar Dukung Penyegaran Pemerintahan Kecamatan

6 Februari 2026 - 22:19 WITA

Bawaslu Sidrap Ikuti Rapat Daring Bahas Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan 2026

6 Februari 2026 - 15:49 WITA

Pertanian Sidrap Berbuah Hasil, Produktivitas dan Produksi Padi Terus Meningkat

6 Februari 2026 - 12:49 WITA

Dihadiri Tokoh-tokoh NU, Yasinan Digelar di Rujab Bupati Sidrap

5 Februari 2026 - 19:16 WITA

TeknoFarm SARPROFEST Semarakkan Hari Jadi ke-682 Sidenreng Rappang, Dorong Pertanian Modern dan Produktivitas Padi

5 Februari 2026 - 16:39 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.