Menu

Mode Gelap
Komunitas The Stroke 135 Rappang Touring Wisata Sidrap–Toraja Andi Tenri Sangka Datangi Rutan Sidrap, Periksa Standar Keamanan ‘Bar-bar’ Lagi, Pasar Malam Terpantau Bikin Aktivitas Berbau Judi Bulog mulai Sasar 25.622 Penerima Bantuan Pangan Pastikan Mudik Aman, Kapolda Pantau Pospam di Sidrap

Eksklusif · 28 Feb 2026 21:53 WITA ·

Sukses Garap 5.000 Roti, Mahasiswa Seni Kuliner UMS Rappang Buktikan Mental Entrepreneur


 Sukses Garap 5.000 Roti, Mahasiswa Seni Kuliner UMS Rappang Buktikan Mental Entrepreneur Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menunjukkan kapasitasnya di dunia praktik.

Melalui unit usaha laboratorium kampus, Brillent Bakery, mereka sukses memproduksi 5.000 pieces roti dalam satu siklus pesanan besar.

Proyek tersebut menjadi ajang pembuktian profesionalisme sekaligus penguatan karakter kewirausahaan mahasiswa.

Ketua Unit Produksi Brillent Bakery, Fauziah Rasyid, mengatakan pesanan dalam jumlah besar itu menjadi pengalaman belajar yang komprehensif bagi seluruh tim.

Mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan produksi, tetapi juga memahami seluruh rantai proses bisnis.

“Banyak hal yang kami pelajari. Mulai dari membagi tim kerja sesuai peran dan tanggung jawab, menyusun rencana belanja dan pengadaan bahan baku, menghitung biaya produksi dan operasional, hingga menentukan target produksi harian agar pesanan selesai tepat waktu,” ujar Fauziah.

Ia menjelaskan, produksi massal menjadi tantangan tersendiri. Selain aspek manajerial, mahasiswa juga harus menjaga konsistensi kualitas dan standar produk dalam jumlah besar.

“Tantangan terbesar ada pada menjaga kualitas tetap seragam. Itu yang benar-benar melatih ketelitian dan kekompakan tim,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., menegaskan pembelajaran berbasis produksi (Production Based Education) memang dirancang agar mahasiswa terjun langsung dalam praktik bisnis nyata.

“Mereka tidak hanya belajar mengikuti instruksi, tetapi juga dilatih berani mengambil keputusan, membangun komunikasi tim yang efektif, serta memecahkan masalah yang muncul selama proses produksi,” kata Damayanti.

Menurutnya, keberanian mengambil keputusan menjadi poin krusial dalam proyek tersebut. Mahasiswa dituntut responsif terhadap kendala teknis maupun nonteknis dan mampu menentukan langkah strategis secara cepat dan tepat.

“Orderan besar ini kami jadikan peluang pembelajaran. Mahasiswa belajar menyesuaikan kemampuan dengan fasilitas laboratorium dan tetap menyelesaikan tanggung jawab meski beban cukup berat,” jelasnya.

Keberhasilan menyelesaikan 5.000 roti itu bukan sekadar capaian angka. Lebih dari itu, proyek tersebut menjadi representasi tumbuhnya profesionalisme, kepemimpinan, dan mental entrepreneur mahasiswa yang siap bersaing di industri makanan dan minuman.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

16 Tahun Jadi Guru, Nasruddin Angkat Persoalan Literasi Siswa dalam Tesis di UMS Rappang

28 Maret 2026 - 15:03 WITA

Sidrap Siap Jadi Pusat Pickle Ball Nasional, Cahaya Mario Cup 2026

28 Maret 2026 - 12:29 WITA

Komunitas The Stroke 135 Rappang Touring Wisata Sidrap–Toraja

28 Maret 2026 - 12:27 WITA

Grand Opening Browcyl Sidrap: Beli 1 Gratis 2, Warga Serbu Outlet Baru di Maritengngae

28 Maret 2026 - 11:51 WITA

Bahas Isu Jaminan Kesehatan, JMSI Sidrap dan BPJS akan Gelar Sosialisasi JKN

28 Maret 2026 - 00:49 WITA

Diduga Tak Kantongi Izin, Aktivitas Tambang di Watang Pulu Terancam Ditutup

27 Maret 2026 - 21:35 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.