AJATAPPARENG.ONLINE, PAREPARE — Rapat koordinasi dalam rangka kejuaraan domino Walikota Cup Parepare dipimpin langsung oleh H.Rustan Asta selaku kepala Kesbangpol kota Parepare, dan dihadiri instansi terkait diantaranya Kabagops polres Parepare, Kadisporapar, kadis DLH, Kasatpol, Kadishub, camat ujung, lurah ujung bulu dan tim kesehatan resque 112 serta panitia pelaksana kegiatan, rapat ini terselenggara di cafe R57, jalan jenderal Sudirman Parepare, Selasa siang (12/8/2025).
Dalam sambutan pembukaannya kepala Kesbangpol H.Rustan Asta mengatakan, kejuaraan open turnamen domino Walikota cup ini, memperatas namakan nama Walikota Parepare, olehnya itu pemerintah kota harus mempersiapkan dengan baik dan memenuhi segala standar perizinan dan aturan organisasi olah raga yang diatur oleh KONI, khusus Perkumpulan Olah raga Domino Indonesia (PORDI).
“panitia pelaksana dan pihak pemerintah wajib berkontribusi penuh sehingga pelaksanaan kegiatan ini sukses terlaksana, olehnya itu segala aspek yang terlibat, diperhatikan dengan seksama diantaranya pengamanan kegiatan, kenyamanan atlet domino, dan ketertiban lainnys, misalnya mengatur masalah parkir, pengalihan lalu lintas kendaraan, kantong parkir, tim medis, dan lain sebagainya yang dianggap perlu” kata Rustan Asta.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata parepare, Iskandar Nusu menyarankan ke panitia pelaksana kegiatan untuk memperhatikan penggunaan lapangan Andi Makkasau khususnya menjaga rumput lapangan dan kebersihan lapangan untuk keperluan penggemar Jogging pagi serta pelaksanaan kegiatan ibadah gereja.
“Mengingat lapangan Andi Makkasau ini ditempati berolahraga sepakbola dan jogging maka pemasangan venue tenda harus memperhatikan jangan sampai tiangnya tertanam kedalam tanah, stand kaki tiang harus dilapisi, begitupun kebersihan harus ada petugas khusus yang setiap saat membersihkan lapangan agar tidak tercium bau busuk oleh penggemar jogging pagi, serta juga diperhatikan agar sound system yang digunakan tidak mengganggu ummat katolik yang beribadah” kata Iskandar Nusu.
Panitia pelaksana kegiatan yang diwakili oleh Erwin mengatakan turnamen domino ini akan dilaksanakan tanggal 06-07 September 2025 di lapangan Andi Makkasau dengan total hadiah 250 juta, untuk itu persiapan harus matang dalam perencanaan dan kegiatan, diapun memaparkan ke peserta rakor lay out kegiatan, letak tenda, letak tenant UMKM, ukuran meja tirai, tata tertib atlet domino tata tertib pertandingan, kesiapan panitia pelaksana dan lain sebagainya.
“Insyaallah semua tenda yang akan terpasang sesuai lay out yang ada tiangnya akan kami lapisi sehingga tidak tertancap ketanah dan mengganggu pertumbuhan rumput, begitupun yang masuk ke lapangan diminimalkan hanya atlet yang bertanding, penonton dilarang mendekat namun diarahkan melihat siaran langsung di layar tiktok yang disediakan, menyangkut kebersihan lapangan dari sampah atau kotoran yang berbau busuk akan diantisipasi maksimal, masalah tenant UMKM kami serahkan pengaturannya ke disporapar, dan masalah perparkiran diserahkan kedishub, kami juga akan bekerjasama dengan pihak kepolisian, satpol PP, tim medis dan DLH, pada prinsipnya kami menginginkan kegiatan terlaksana sukses dan meninggalkan rasa aman dan nyaman kepada seluruh atlet domino yang hadir di kota Parepare” urai Erwin.
Panitia pelaksana kegiatan H.Anwar Saad mengatakan kejuaraan ini diselenggarakan secara nasional dengan mengundang atlet domino dari seluruh indonesia, menggunakan sistim yang tertata sesuai standar koni dan regulasi pordi, mencerminkan kapasitas panitia penyelenggara dalam hal profesionalisme dan manajemen yang sistematis.
“Kompetisi ini bukan sekedar pertandingan melainkan simbol kebangkitan olah raga berbasis intelektual, domino bukan hanya pertandingan strategi dan logika tapi juga warisan budaya yang telah mengakar dari generasi generasi ke generasi, dalam kehidupan masyarakat” tutur Anwar saad yang juga sebagai ketua harian pordi kota Parepare.
Rapat koordinasi ini bersepakat memberikan izin rekomendasi kegiatan, dan kepada semua yang terlibat diharap bekerja sesuai tupoksinya masing masing, (*)












