1.815 Anak Muda Sidrap Pilih jadi Petani, Penghasilan Bisa Rp10 Juta Perbulan
SIDRAP, — Sebagai daerah yang mengandalkan sektor pertanian, Kabupaten Sidrap memberi peluang dan ruang bagi anak-anak muda Sidrap untuk ikut mengawal program prioritas pemerintah, melalui Kementerian Pertanian dengan terlibat di sektor pertanian.
Saat ini, ada sekira 1.815 anak muda Sidrap yang masuk dalam Brigade Pangan yang tersebar di 121 Brigade di semua kecamatan. Setiap brigade pangan beranggotakan 15 petani millenial. Mereka adalah petani milenial yang berumur antara 19-39 tahun, yang bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp10 juta perbulan.
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan, Surianto SP, Rabu (26/8) mengatakan, ribuan anak muda Sidrap yang memiliki jiwa wirausaha ini, mau terjun di sektor pertanian ini, terlibat untuk mengawal tiga program prioritas pemerintah yakni, program oplah rawa, oplah non rawa dan cetak sawah rakyat. Apabila ketiga program prioritas ini tak jalan, mereka yang turun tangan.
“Jadi anak-anak muda ini, dilengkapi alat-alat canggih dan dipersenjatai alat pertanian. Mereka tak hanya bertani, tapi berbisnis di sektor pertanian. Seperti penyewaan jasa alsintan dan ikut budidaya. Jika maksimal, mereka bisa mendapatkan Rp10 juta / bulan,” ungkapnya.

Menurutnya, Brigade Pangan Sidrap adalah program pemberdayaan petani milenial di Kabupaten Sidenreng Rappang untuk mengawal swasembada pangan modern dan mendukung peningkatan produksi, selain itu anak-anak muda itu akan mendapatkan hasil.
Ia mencontohkan, pada musim panen seperti sekarang ini, alat-alat pertanian para petani millenial ini akan berproduksi dan bekerja terus. “Inikan menghasilkan. Jika Combain atau alat pertanian mereka sewakan dan bekerja terus, sehari bisa 100 karung,” ujarnya.
Program Brigade pangan ini, mengajak anak-anak muda untuk lebih mencintai pertanian, karena dunia pertanian itu juga menjanjikan dan menjadi salah satu pekerjaan yang menghasilkan.
Selain itu, keterlibatan anak-anak muda di dunia pertanian di Sidrap ini, sangat berkontribusi terhadap peningkatan indeks pertanaman (IP).
Dicontohkan, pada musim panen kali ini, Brigade Pangan Wette’e mengaku telah mendapatkan hasil dari sejumlah alat alshintan, seperti Combain/alat panen, mesin tanam padi, pompa hingga drone.
Anak-anak muda di Brigade Pangan sangat merespon adanya BP ini. Dengan alasan, karena penghasilannya, minimal dua kali panen mereka bisa membelikan mobil tronton.
Brigade Pangan Saromase 007 La Jonga, Anto yang dihubungi terpisah, mengaku dalam satu kali panen, jika maksimal mereka bekerja di areal seluas 200 Ha, gaji mereka memang bisa mencapai Rp10 juta perbulan.
“Paling sedikit, setiap anggota Brigade Pangan itu, bisa digaji Rp15 juta sekali panen. Kalau dihitung, dalam satu brigade pangan ada 15 orang dikali Rp15 juta perorang, maka penghasilan mereka dalam setiap panen mencapai Rp225 juta,” tutur Anto. (sp)



Tinggalkan Balasan