AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP – Festival Tani Ternak resmi dibuka di Pelataran Monumen Ganggawa, Kabupaten Sidrap, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sidrap ini berlangsung sukses meski dilaksanakan tanpa dukungan anggaran dari APBD.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sidrap, Patahangi Nurdin, dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan Festival Tani Ternak sempat diragukan karena tidak tersedianya anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), baik di Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, maupun Bagian Perekonomian.
“Awalnya kami ditanya oleh Bapak Bupati, apakah ada anggaran untuk kegiatan ini. Setelah dibahas dalam rapat, ternyata tidak ada anggaran sama sekali. Bahkan biaya Tudang Sipulung tahun lalu sebesar Rp80 juta, tahun ini hanya tersedia Rp35 juta,” ungkapnya.
Untuk mengetahui kebutuhan riil anggaran, panitia kemudian memanggil event organizer (EO) guna menghitung biaya pelaksanaan. Dari hasil perhitungan, kegiatan ini membutuhkan dana sekitar Rp100 juta.
Namun setelah melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Sidrap, panitia justru mendapat motivasi dan dorongan kuat. Bupati mengarahkan agar seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian dan peternakan dikumpulkan untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.
“Atas arahan Bapak Bupati, kami mengundang seluruh stakeholder di rumah jabatan dan menyepakati untuk membuat proposal. Pendaftaran peserta dibuka dari tanggal 1 hingga 4, dengan syarat minimal 30 peserta agar kegiatan bisa terlaksana,” jelas Patahangi.
Setiap peserta pameran dikenakan kontribusi sebesar Rp3 juta per stan. Berkat dukungan penuh Bupati Sidrap, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan, serta jajaran terkait yang memiliki jejaring luas, jumlah peserta yang mendaftar justru melampaui target.
“Alhamdulillah, target 30 peserta tercapai bahkan menjadi 36 peserta. Kegiatan ini terlaksana tanpa menggunakan APBD,” katanya.
Patahuddin menambahkan, keberhasilan Festival Tani Ternak ini menjadi bukti bahwa dengan keyakinan dan kolaborasi, keterbatasan anggaran bukan penghalang.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para petani dan peternak, khususnya dalam mendukung program peningkatan indeks pertanaman (IP) 300 ke depan.
Sementara itu, Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyebut Festival Tani Ternak sebagai kegiatan “out of the box” karena mampu dilaksanakan tanpa anggaran pemerintah.
“Biasanya pemerintah bikin acara itu ada anggarannya. Tapi ini tanpa anggaran, panitia bisa melaksanakan karena kita saling membantu dalam ekosistem usaha,” ujarnya.
H Syaharuddin menegaskan Pemerintah Kabupaten Sidrap berkomitmen mengawal kebijakan untuk meningkatkan produksi pertanian dan peternakan. Pemerintah berperan menyiapkan regulasi, ilmu, dan teknologi, sementara pengusaha menyediakan sarana dan petani menjadi ujung tombak produksi.
“Hasil keringat petani dan peternak Sidrap bukan hanya memberi makan Sulawesi Selatan, tapi juga seluruh Indonesia,” tegasnya.
Syaharuddin Alrif memaparkan, hasil ternak Sidrap telah dikirim ke berbagai daerah seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Papua, Nusa Tenggara, hingga Pulau Jawa.
Sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan petani terbukti membuahkan hasil nyata. Sepanjang satu tahun terakhir, produksi jagung Sidrap mencapai sekitar 109 ribu ton atau meningkat 3,3 persen.
Produksi telur dari sekitar 5 juta ekor ayam meningkat 26 persen dengan total produksi mencapai lebih dari 53 ribu ton dan nilai ekonomi sekitar Rp1,4 triliun.
Selain itu, sektor padi dan beras juga menunjukkan pertumbuhan positif. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap mencapai 8 persen pada kuartal III, sementara angka kemiskinan menurun lebih dari 4 persen.
Peningkatan di sektor kesehatan dan pendidikan turut mendorong naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Inilah hasil kerja kita bersama selama satu tahun. Pemerintah dan masyarakat Sidrap patut diberi tepuk tangan,” pungkasnya. (asp)















