Menu

Mode Gelap
Politisi Golkar, H Zulkifli Zain Buka Puasa Bersama Ratusan Warga Sidrap LKBH Sebut Penggunaan Jet Pribadi Prof Nasaruddin Umar ke Takalar tak Penuhi Unsur Gratifikasi Banana Box Q Hadir dengan Beragam Olahan Pisang DPRD Makassar Apresiasi Komitmen Walikota Atasi Kesemrawutan Pengelola Masjid Agung Ajak Generasi Muda Makmurkan Masjid dengan Kegiatan Keagamaan

Eksklusif · 22 Feb 2026 22:40 WITA ·

LKBH Sebut Penggunaan Jet Pribadi Prof Nasaruddin Umar ke Takalar tak Penuhi Unsur Gratifikasi


 LKBH Sebut Penggunaan Jet Pribadi Prof Nasaruddin Umar ke Takalar tak Penuhi Unsur Gratifikasi Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, TAKALAR — Kunjungan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, ke Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dengan menggunakan pesawat jet pribadi milik tokoh nasional Oesman Sapta Odang (OSO), menuai beragam respons di media sosial. Namun, sejumlah pihak menegaskan bahwa penggunaan fasilitas tersebut tidak mengandung unsur gratifikasi.

Menag hadir di Takalar untuk meresmikan Balai Sarkiah, sebuah yayasan keagamaan milik keluarga besar OSO. Kehadirannya disebut murni sebagai bentuk pemenuhan undangan sahabat, di tengah agenda kementerian yang padat.

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Citra Bangsa turut membedah polemik yang dinilai terkesan dibesar-besarkan di ruang digital. Direktur LKBH Citra Bangsa, Dr. Rahman, menegaskan bahwa penggunaan jet pribadi dalam konteks tersebut jauh dari unsur gratifikasi.

“Prof Nasaruddin Umar hadir sebagai Menteri Agama untuk meresmikan balai yang bergerak di bidang keagamaan. Inisiatif transportasi datang dari panitia agar beliau bisa hadir di tengah kesibukannya. Itu baru bisa dikategorikan gratifikasi jika ada permintaan atau syarat tertentu dari pejabat yang bersangkutan. Dalam hal ini, tidak ada itu,” tegasnya.

Dr. Rahman juga menambahkan bahwa dalam praktiknya, tokoh nasional dengan agenda padat kerap difasilitasi transportasi oleh penyelenggara kegiatan agar jadwal tetap berjalan efektif dan efisien.

Ia mengingatkan publik agar membedakan antara penggunaan fasilitas untuk kepentingan pribadi dengan penggunaan fasilitas dalam rangka agenda resmi yang terbuka dan terjadwal.

“Berbeda konteksnya jika untuk perjalanan pribadi atau tanpa agenda jelas. Dalam kasus ini, kegiatan bersifat terbuka, ada peresmian yayasan keagamaan, dan setelah itu beliau langsung kembali ke Jakarta,” tambahnya.

Diketahui, hubungan antara OSO dan Prof Nasaruddin Umar telah terjalin lama, jauh sebelum keduanya berada dalam posisi strategis seperti sekarang. Di sisi lain, tidak terdapat hubungan kerja sama kelembagaan antara pihak OSO dan Kementerian Agama RI dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah kalangan pun meminta agar polemik ini disikapi secara bijak dan proporsional, dengan melihat konteks serta kronologi kegiatan secara utuh, sehingga tidak berkembang menjadi opini yang menyesatkan di ruang publik.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, sebelumnya telah menjelaskan bahwa inisiatif penyediaan jet pribadi sepenuhnya berasal dari tuan rumah.

“Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat,” ujar Thobib di Jakarta, Senin (16/2).

Menurutnya, seluruh moda transportasi yang digunakan dalam kunjungan tersebut disiapkan panitia kegiatan, tanpa ada permintaan dari pihak Menteri Agama. (*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Politisi Golkar, H Zulkifli Zain Buka Puasa Bersama Ratusan Warga Sidrap

22 Februari 2026 - 22:46 WITA

Sinergi Pemkab dan Polisi, Jalur Dua Batu Lappa Kini Bebas Aksi Balap Liar

22 Februari 2026 - 21:09 WITA

Bupati Sidrap Dorong Produk Lokal dan Resmikan Masjid Birulwalidain

22 Februari 2026 - 20:20 WITA

Ramadan Fair 2026 jadi Agenda Pemkab, Tenda UMKM Gratis

22 Februari 2026 - 14:31 WITA

Warek I UMS Rappang Prediksi Kepuasan Publik Bisa Tembus 90 Persen di Akhir Tahun

21 Februari 2026 - 21:37 WITA

Banana Box Q Hadir dengan Beragam Olahan Pisang

21 Februari 2026 - 21:31 WITA

Trending di Bisnis

Sorry. No data so far.