AJATAPPARENG.ONLINE, MAKKAH — Co-Founder PT Annur Maarif, Bunyamin M. Yapid, memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah melalui i’tikaf di Masjidil Haram.
Kegiatan tersebut merupakan rutinitas tahunan yang telah dijalankan Bunyamin sejak 2007 hingga saat ini. Ia menyebut, sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi momentum penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Sepuluh hari terakhir kami fokus beribadah. I’tikaf di Masjidil Haram sudah menjadi rutinitas tahunan sejak 2007,” ujarnya, Kamis.
Usai menjalani i’tikaf di Makkah, Bunyamin dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Madinah untuk melaksanakan salat Idulfitri sebelum kembali ke Indonesia.
“Setelah i’tikaf dan lebaran di Madinah, kami akan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan aktivitas,” katanya.
Meski tengah fokus beribadah, Bunyamin tetap menjalankan tanggung jawabnya dalam mengawal operasional Annur Maarif. Ia melakukan evaluasi serta memberikan arahan kepada tim di sektor Makkah dan Madinah guna memastikan pelayanan kepada jamaah tetap berjalan optimal.
Menurutnya, konsistensi pelayanan menjadi hal utama dalam mendampingi jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Annur Travel diketahui menjadi salah satu biro perjalanan umrah asal Sulawesi Selatan yang memiliki kantor cabang di Makkah dan Madinah, serta didukung armada bus operasional sendiri.
Memasuki akhir musim umrah, Annur mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2026 melalui KBIHU Annur Maarif. Di Kabupaten Sidrap, KBIHU Annur Maarif disebut sebagai satu-satunya kelompok bimbingan yang akan memberangkatkan jamaah haji tahun ini.
Selain itu, Annur juga akan memberangkatkan jamaah haji plus. Secara administratif, seluruh proses, termasuk penerbitan visa haji, telah dinyatakan rampung 100 persen.
Dengan persiapan tersebut, Annur menargetkan pelayanan maksimal bagi jamaah, baik pada sisa musim umrah maupun penyelenggaraan haji mendatang.











