Menu

Mode Gelap
Pengakuan Istri Taufiq, Napi yang Tewas di Rutan, Sempat Komunikasi 2 Hari Sebelum Meninggal CJH Sidrap Diberangkatkan Dalam 2 Kloter, Kemenhaj Pastikan Visa sudah Rampung 850 CJH KBIHU An-Nur Group Manasik Akbar Pimpin Apel Siaga, Kompol Sumardi Minta Personel Polres Sidrap tetap Solid Komunitas The Stroke 135 Rappang Touring Wisata Sidrap–Toraja

Eksklusif · 31 Mar 2026 14:19 WITA ·

Pengakuan Istri Taufiq, Napi yang Tewas di Rutan, Sempat Komunikasi 2 Hari Sebelum Meninggal


 Pengakuan Istri Taufiq, Napi yang Tewas di Rutan, Sempat Komunikasi 2 Hari Sebelum Meninggal Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Kematian Muhammad Taufik, warga binaan Rutan Kelas IIB Sidrap, terus menyisakan tanda tanya besar. Meski pihak rumah tahanan mengklaim korban meninggal akibat gantung diri, keluarga menduga ada kejanggalan yang belum terungkap.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, makam korban di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang dibongkar dan dilakukan otopsi oleh Tim Forensik Biddokkes Polda Sulawesi Selatan pada Senin, 30 Maret 2026.

Proses otopsi berlangsung sekitar empat jam dengan pengamanan ketat dari aparat, termasuk Resmob Polda Sulsel, Polres Sidrap, serta Polsek Pitu Riase, DPRD dan disaksikan pihak pemerintah setempat.

Di lokasi, istri almarhum, Hati, mengungkapkan bahwa ia terakhir berkomunikasi dengan suaminya dua hari sebelum kabar duka datang, tepatnya pada Selasa, 17 Maret 2026.

“Dua hari sebelum meninggal kami sempat komunikasi. Dia bilang baik-baik saja. Tidak ada keluhan apa pun, tiba-tiba kami dapat kabar dia sudah meninggal,” ujarnya dengan suara bergetar.

Hati mengaku terkejut saat menerima jenazah suaminya. Ia menemukan sejumlah kejanggalan berupa luka lebam di tangan, luka robek di bagian bibir, serta bekas goresan di punggung yang diduga akibat benda tajam.

Tak hanya itu, ia juga mengungkap adanya informasi yang beredar bahwa suaminya sempat dituding mencuri celengan masjid di dalam rutan dan kemudian dimasukkan ke ruang isolasi.

“Memang sempat ada kabar suami saya dituduh mencuri celengan masjid di Rutan Sidrap, lalu dimasukkan ke ruang isolasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Resmob Polda Sulsel, Wawan Suryadinat, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pendampingan terhadap proses otopsi yang dilakukan tim forensik.

“Kami hanya melakukan pendampingan. Untuk hasil otopsi akan disampaikan oleh pihak Biddokkes,” singkatnya.

Selain itu, tim Resmob juga telah meminta keterangan dari pihak keluarga guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.

Di sisi lain, Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Perimansyah, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait dugaan yang disampaikan pihak keluarga.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, dengan harapan hasil autopsi dapat mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian Muhammad Taufik dan menjawab berbagai spekulasi yang berkembang. (sp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Kedua Manasik Akbar Sidrap An-Nur Maarif, 850 CJH Dalami Rukun Haji dan Kesehatan

31 Maret 2026 - 13:28 WITA

Hasil Panen Fantastis! Lahan 2 Hektare di Sidrap Hasilkan Puluhan Juta untuk Petani

30 Maret 2026 - 18:54 WITA

Ibadah Haji Bukan Hanya Ritual, Tapi Ujian Saling Menjaga

30 Maret 2026 - 15:15 WITA

Polda Sulsel Turun Tangan, Jenazah Muh Taufiq Digali dan Diotopsi

30 Maret 2026 - 14:30 WITA

CJH Sidrap Diberangkatkan Dalam 2 Kloter, Kemenhaj Pastikan Visa sudah Rampung

30 Maret 2026 - 12:11 WITA

850 CJH KBIHU An-Nur Group Manasik Akbar

30 Maret 2026 - 10:52 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.