AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan pentingnya evaluasi kinerja kepala sekolah secara berkala sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Penegasan itu disampaikan saat Peringatan Hardiknas di Lapangan SKPD, Senin (4/5/2026)

Bupati SAR, menekankan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan mandat profesional yang harus dibuktikan melalui kinerja nyata dan terukur. “Setiap kepala sekolah wajib bertanggung jawab terhadap sekolah masing-masing. Ini bukan formalitas, tetapi kontrak kerja yang harus dipenuhi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kepala sekolah yang tidak menunjukkan kinerja optimal dalam kurun waktu tertentu akan dievaluasi secara serius. Bupati SAR akan menerapkan sistem pengawasan yang ketat melalui monitoring dan evaluasi berkala. “Saya sudah 1 tahun 3 bulan menjabat, dan memberi ruang kepada seluruh kepala sekolah untuk bekerja. Jadi maaf. Jika ada yang harus dievaluasi karena tidak menunjukkan kinerja serius,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah ini penting agar kepemimpinan di tingkat sekolah benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil pendidikan. “Sekolah-sekolah di Sidrap harus bersih, punya tempat sampah, tidak ada plafon bocor. Sehingga, siswa jadi tenang, nyaman belajar,” tambahnya.

“Jika tidak ada kinerja yang signifikan. Sekali lagi maaf, bulan ini akan dilakukan evaluasi bahkan bisa diganti. Ini bagian dari komitmen kita terhadap mutu pendidikan,” katanya.

Selain aspek kinerja, pengawasan juga mencakup tata kelola anggaran pendidikan. Kepala sekolah diminta memastikan pengelolaan dana dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi Syaharuddin Alrif, makna dari peringatan Hardiknas bukan pada euforia dan ceremoni yang dilakukan. Tapi, makna sebenarnya adalah sejauhmana kepedulian kita terhadap pendidikan. Bagaimana kualitas ruang belajar hingga kebersihan sekolah. “Makna Hardiknas sebenarnya adalah Sekolah yang rusak tidak ada lagi, siswa yang bodoh semua sudah pintar, dan seluruh elemen pendidikan, guru, kepala sekolah semua bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing,” tandasnya. (sp)