AJATAPPARENG.ONLINE, PINRANG — Prestasi membanggakan datang dari Sulawesi Selatan. Seorang siswa SMA asal Kabupaten Pinrang berhasil mencuri perhatian dunia internasional setelah temuannya diakui oleh lembaga antariksa Amerika Serikat.

Adalah Rehan, siswa SMA Negeri 8 Pinrang, yang sukses mengidentifikasi celah pada sistem keamanan NASA. Atas capaian luar biasa tersebut, ia tidak hanya mendapatkan pengakuan resmi, tetapi juga masuk dalam Hall of Fame (HoF) NASA sebagai kontributor dalam mendeteksi kerentanan sistem.

Prestasi ini pun berbuah manis. Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan ‘golden ticket’ kepada Rehan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya di tingkat global.

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., SpBM(K), di Ruang Rapat Rektor, Lantai 8 Gedung Rektorat, Selasa, (5/5/2026).

Melalui skema ini, Rehan dipastikan dapat melanjutkan pendidikan ke Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Unhas tanpa harus melalui jalur tes pada tahun akademik 2026/2027.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar bentuk penghargaan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang kampus dalam mendukung talenta muda Indonesia.

“Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, tetapi juga investasi bagi masa depan bangsa. Kami ingin memastikan talenta seperti Rehan mendapatkan ruang untuk berkembang dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Unhas juga berkomitmen membuka berbagai peluang pengembangan bagi Rehan, termasuk akses ke program double degree di luar negeri dan kolaborasi internasional. Menurut Prof. JJ, keberhasilan Rehan yang belajar secara otodidak menjadi bukti bahwa potensi besar dapat lahir dari mana saja, termasuk dari daerah.

“Ini menjadi inspirasi bahwa anak-anak Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Kami akan terus membuka ruang bagi generasi muda berprestasi,” tambahnya.

Sementara itu, Rehan mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya. Ia bertekad untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi. “Saya berterima kasih atas kesempatan ini. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus belajar dan berkembang,” kata Rehan.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu mengembangkan potensi diri meskipun memiliki keterbatasan. “Jika punya bakat, teruslah dikembangkan. Jangan pesimis hanya karena keterbatasan, termasuk faktor ekonomi,” pesannya. Langkah Unhas ini diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya lebih banyak talenta digital Indonesia yang siap bersaing secara global, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045. (sp)