SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi melepas 320 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-8. Acara pelepasan berlangsung khidmat di halaman Gedung Rektorat UMS Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas serta para Dosen Pendamping Lapangan (DPL). KKN Angkatan ke-8 ini mengusung tema “Digitalisasi Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Berbasis Agropreneur Menuju Desa yang Inovatif, Mandiri dan Religius”.
Pelepasan ratusan mahasiswa ini ditandai secara simbolis lewat pemasangan rompi KKN dan penyerahan bendera pataka Kampus UMS Rappang oleh Rektor kepada Koordinator KKN Kabupaten.

Dalam sambutannya, Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., mengingatkan para mahasiswa agar tidak menganggap remeh program KKN. Dia menegaskan KKN adalah bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dipenuhi sebagai syarat kelulusan sarjana.

“Jangan dianggap KKN ini hanya sekedar gugur kewajiban. Karena kalau Anda tidak lulus, ya tidak bisa jadi sarjana. Tolong perhatikan betul, jangan dianggap KKN ini hanya sekadar pergi ke desa atau menyusun program saja,” tegas Prof. Jamaluddin di hadapan peserta KKN, Rabu (1/7/2026).

“Tahun-tahun kemarin saya tidak sempat optimal karena masih menjabat Rektor di Universitas Muhammadiyah Parepare. Tahun ini, insyaallah saya akan pantau terus dan turun langsung melakukan sidak tanpa informasi,” jelasnya.
Pihak kampus juga telah menyiapkan tiga indikator evaluasi berbasis kuesioner (Google Form) yang dinilai langsung oleh sesama rekan kelompok. Rektor menjanjikan reward atau hadiah kejutan bagi mahasiswa dan dosen DPL yang memenuhi kriteria tersebut.

Tiga hal yang akan dievaluasi tersebut antara lain,Cekatan. mampu memahami kebutuhan masyarakat dan lingkungan lalu mengeksekusinya menjadi program kerja yang solutif, kedua Kemampuan Beradaptasi yakni Mampu beradaptasi dengan cepat dan membawa pengaruh positif di lokasi penempatan dan yang ke tiga Sarana Pembelajaran yakni menjadikan seluruh aktivitas 24 jam di desa penempatan—termasuk pola tidur dan kedisiplinan—sebagai proses mematangkan diri.

“Saya minta mahasiswa nilai temannya sendiri. Nanti ada hadiah kejutan dari Rektor untuk mereka yang memiliki 3 karakter tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prof. Jamaluddin mengingatkan agar mahasiswa selalu mengenakan atribut KKN seperti rompi dan kartu identitas (ID card) sebagai bentuk tanggung jawab menjaga nama baik persyarikatan Muhammadiyah dan institusi.

“Tolong atribut KKN itu dipakai dan dijaga betul. Jangan dipinjamkan ke orang lain. Kita punya pengalaman,” kenang Prof. Jamaluddin.

Di akhir sambutan, Rektor juga berpesan kepada dosen DPL agar tidak sekadar menjadikan KKN sebagai rutinitas tahunan, melainkan mengonversinya menjadi produk penelitian dan pengabdian masyarakat yang inovatif.

Menutup arahannya, Prof. Jamaluddin sempat bernostalgia mengenai sebuah pohon durian yang pernah ia tanam 8 tahun lalu (tahun 2019) di Desa Belawa, salah satu lokasi penempatan KKN kali ini. Ia pun menitipkan bagi mahasiswa yang ditempatkan di desa tersebut untuk mengecek kondisinya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan secara resmi mahasiswa KKN Angkatan ke-8 UMS Rappang tahun 2026 menuju lokasi penempatan masing-masing.