SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, menghadiri panen perdana padi di Kelurahan Majelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya panen raya di Kabupaten Sidrap yang akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif mengungkapkan rasa syukur karena sektor pertanian Sidrap mampu bertahan meski menghadapi musim kemarau akibat fenomena El Nino.

“Alhamdulillah, walaupun menghadapi kemarau El Nino, kita mampu melewatinya dengan kerja cerdas, kerja keras, dan kerja ikhlas. Dari sekitar 52 ribu hektare sawah di Sidrap, yang terdampak hanya kurang lebih seribu hektare. Artinya, sekitar 51 ribu hektare tetap bisa berproduksi dengan baik,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa mulai awal Agustus, hamparan sawah di Kabupaten Sidrap memasuki masa panen raya yang akan berlangsung setiap hari di berbagai kecamatan.

“Mulai hari ini panen raya dimulai dari lokasi ini dan akan terus berlanjut di seluruh wilayah Sidenreng Rappang. Ini menjadi momentum yang membanggakan bagi para petani kita,” katanya.

Meski mengakui ada sebagian lahan yang terdampak kekeringan, Bupati menegaskan kondisi tersebut telah menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim tanam berikutnya.

Syaharuddin juga mengapresiasi kinerja para penyuluh pertanian dan petani yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas padi. Bahkan, target produksi yang semula dipatok 10 ton per hektare berhasil dilampaui hingga mencapai sekitar 11 ton per hektare.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para penyuluh dan petani. Mari kita berikan apresiasi kepada seluruh penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan,” ucapnya.

Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kabupaten Sidrap akan memberikan hadiah umrah kepada petani dengan hasil panen tertinggi pada hamparan seluas 100 hektare. Penilaian akan dilakukan oleh para penyuluh pertanian secara objektif.

“Petani dengan hasil panen terbaik akan mendapatkan hadiah umrah. Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam meningkatkan produksi pangan,” jelasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas dukungan program peningkatan indeks pertanaman (IP) 300 yang telah membantu petani Sidrap. Melalui program tersebut, petani memperoleh bantuan benih, pupuk urea, pupuk NPK Phonska, pupuk silika, pupuk organik, hingga dolomit untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Di akhir sambutannya, Syaharuddin berharap hasil panen petani Sidrap dapat terserap dengan baik oleh Bulog dengan harga yang menguntungkan petani. Menurutnya, kualitas gabah asal Sidrap memiliki rendemen yang tinggi sehingga layak memperoleh harga yang kompetitif.

“Kami berharap Bulog dapat menyerap hasil panen petani dengan harga yang baik. Kualitas gabah Sidrap memiliki rendemen tinggi sehingga patut mendapatkan nilai jual yang lebih baik,” tutupnya.

Panen perdana di Majelling Wattang menjadi awal optimisme Kabupaten Sidrap dalam mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, sekaligus membuktikan bahwa sektor pertanian tetap mampu tumbuh di tengah tantangan perubahan iklim.