Barcode BBM Lambat, Pompanisasi Petani di Tellu Limpoe Terkendala
SIDRAP – Sejumlah petani di Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mengeluhkan lambatnya pelayanan pembuatan barcode BBM untuk kebutuhan pertanian.
Keterlambatan tersebut dinilai menghambat aktivitas petani yang saat ini sangat membutuhkan bahan bakar untuk mengoperasikan pompa air di tengah meningkatnya kebutuhan irigasi.
Menurut keluhan petani, proses penerbitan rekomendasi barcode BBM di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tellu Limpoe hingga kini belum juga selesai.
Mereka menyebut keterlambatan sudah berlangsung sekitar lima hari.
Infomasi salah satu Petani asal Tellu Limpoe yang diperoleh menyebutkan, salah satu alasan keterlambatan adalah adanya pergantian admin di Dinas Pertanian Kabupaten Sidrap sehingga proses pelayanan belum berjalan normal.
Akibat belum terbitnya barcode, petani mengaku kesulitan membeli BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi sektor pertanian.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada proses pengairan lahan, terutama di tengah kebutuhan air yang tinggi.
Keluhan serupa juga datang dari pengelola pabrik jalan. Mereka mengaku mengalami kendala dalam pengurusan barcode BBM di Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Sidrap.
Menurut mereka, proses penerbitan barcode tertunda karena Kepala Dinas sedang melaksanakan tugas di luar daerah.
Meski operator telah memproses permohonan, barcode disebut belum dapat diterbitkan sebelum mendapat tanda tangan Kepala Dinas.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Sidrap, Ikbal, menjelaskan bahwa apabila Kepala Dinas berhalangan, penandatanganan administrasi seperti barcode BBM dapat dilakukan oleh kepala bidang yang berwenang agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
Masyarakat berharap Dinas Pertanian maupun Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Sidrap segera mempercepat pelayanan sehingga kebutuhan BBM untuk sektor pertanian dan kegiatan lainnya dapat terpenuhi tanpa kendala.



Tinggalkan Balasan