AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidrap menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan terhadap institusi negara yang dinilai abai terhadap tanggung jawabnya.
Dalam orasinya, para mahasiswa menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 1 Ayat (2). Mereka menyoroti sikap elit politik yang dianggap sewenang-wenang, termasuk permintaan kenaikan gaji di tengah penderitaan masyarakat.
Massa aksi juga menyinggung tragedi pada demonstrasi di Jakarta, 28 Agustus 2025, di mana seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Baracuda milik Brimob Polda Metro Jaya.
Ketua HMI Cabang Sidrap, Faiz Anzhorullah, menegaskan pihaknya menuntut investigasi independen, transparan, dan akuntabel terhadap aparat yang diduga terlibat hingga menimbulkan korban jiwa. HMI juga mengutuk keras tindakan represif aparat terhadap mahasiswa maupun rakyat.
Selain itu, mereka mendesak pemerintah agar segera membebaskan mahasiswa, jurnalis, serta masyarakat yang ditangkap pada aksi 25 dan 28 Agustus 2025, yang jumlahnya mencapai 951 orang.
Tak hanya itu, HMI Sidrap juga meminta Presiden RI membatalkan kenaikan gaji DPR beserta tunjangannya yang dinilai tidak masuk akal, serta mendesak penerbitan Perppu Perampasan Aset sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat.
Aksi damai yang berlangsung di Sidrap ini mendapat pengawalan aparat keamanan. Massa aksi menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi rakyat hingga pemerintah pusat menanggapi tuntutan mereka.
Terpisah, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif didampingi Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Kapolres Sidrap, dan jajaran Forkopimda hadir menerima pernyataan sikap HMI.
“Atas nama pemerintah daerah, saya bersama Ketua DPRD dan Kapolres menandatangani pernyataan sikap ini untuk kemudian ditindaklanjuti. Semoga dengan langkah ini tidak ada lagi korban jiwa ke depannya,” ujar Syaharuddin Alrif
Pemerintah daerah mengapresiasi sikap kritis mahasiswa dan berjanji menyalurkan aspirasi tersebut hingga ke pemerintah pusat.
“Hidup mahasiswa! Mari kita bersama-sama menjaga Sidrap agar tetap aman, dan terus bergerak demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (asp)