SIDRAP –Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, Jawa Tengah. Dari Bumi Nene Mallomo, para Pendekar Tapak Suci Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) berkomitmen turut menyukseskan agenda permusyawaratan tertinggi organisasi yang akan menentukan arah kebijakan Tapak Suci lima tahun ke depan.

Pernyataan dukungan itu disampaikan Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., serta Wakil Rektor I UMS Rappang Assoc. Prof. Dr. H. Muh. Rais Rahmat Razak, M.Si., yang juga merupakan Pendekar Tapak Suci, saat ditemui di Kampus UMS Rappang, belum lama ini.

Ketiganya mengajak seluruh keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah menjadikan Muktamar XVI sebagai momentum mempererat ukhuwah, memperkuat soliditas organisasi, serta melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Tapak Suci semakin maju dan berdaya saing.

Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif mengatakan masyarakat dan keluarga besar Tapak Suci di Kabupaten Sidrap memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Muktamar XVI di Semarang.
“Dari Bumi Nene Mallomo, kami menyampaikan doa dan dukungan penuh kepada seluruh keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang akan melaksanakan Muktamar XVI di Semarang. Semoga Muktamar berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, serta melahirkan kepemimpinan yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa Tapak Suci semakin maju, berprestasi, serta memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Syaharuddin menilai Tapak Suci selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda melalui nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, sportivitas, dan kepemimpinan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan dikembangkan agar organisasi semakin memberi manfaat bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Rektor UMS Rappang Prof. Jamaluddin Ahmad menegaskan Muktamar XVI merupakan forum strategis untuk memperkuat peran Tapak Suci sebagai organisasi kader Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Tapak Suci adalah organisasi dakwah melalui seni bela diri yang membentuk insan beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan berprestasi. Karena itu, Muktamar XVI harus menjadi momentum transformasi organisasi yang melahirkan gagasan-gagasan besar, memperkuat sistem kaderisasi, meningkatkan prestasi olahraga, serta memperluas kontribusi Tapak Suci dalam membangun peradaban bangsa,” katanya.

Ia optimistis semangat musyawarah dan ukhuwah yang menjadi ciri khas Tapak Suci akan melahirkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi. Menurutnya, semboyan “Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah” harus terus menjadi landasan perjuangan seluruh pendekar.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS Rappang Assoc. Prof. Dr. H. Muh. Rais Rahmat Razak mengajak seluruh pendekar di Indonesia menyambut Muktamar XVI dengan semangat persatuan dan kebersamaan.
“Muktamar bukan sekadar memilih pimpinan, tetapi merupakan ruang untuk memperkuat persaudaraan dan menyatukan visi besar organisasi. Saya mengajak seluruh pendekar, pelatih, kader, dan warga Tapak Suci agar menjaga ukhuwah, menghormati proses musyawarah, dan mendukung setiap keputusan yang dihasilkan,” tuturnya.

Menurut Rais Rahmat Razak, persatuan merupakan modal utama untuk membawa Tapak Suci semakin profesional, berprestasi, dan dipercaya masyarakat sebagai perguruan bela diri Islam yang unggul. Ia berharap Muktamar XVI juga melahirkan program-program strategis yang mampu memperkuat pembinaan atlet, kaderisasi, serta peran Tapak Suci dalam dakwah dan pemberdayaan masyarakat.