Menu

Mode Gelap
Kontrak PPPK Terancam tak Diperpanjang Sejumlah Pemda, DPR RI Prihatin ASN ‘Kerja dari Rumah’ tiap Jumat, Berlaku mulai 1 April Sekretaris DPRD Kota Makassar Andi Rahmat Mappatoba Ikuti PKN II LAN RI untuk Perkuat Kepemimpinan Birokrasi THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional

Ajatappareng · 4 Mar 2025 06:41 WITA ·

Dirjen PSP Panen Raya di Sidrap, Hasilnya Capai 6,5 Ton Perhektar


 Dirjen PSP Panen Raya di Sidrap, Hasilnya Capai 6,5 Ton Perhektar Perbesar


AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, mendampingi Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah, dalam panen bersama petani di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Selasa (4/3/2025).

Usai panen, Dirjen PSP meninjau penggilingan di PT. Padaidi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kerja nyata untuk masyarakat. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan acara yang tidak berlebihan dan lebih berorientasi pada manfaat bagi petani.

“Masyarakat masih kekurangan pupuk. Kita harus bekerja untuk memastikan distribusinya lancar. Pemerintah telah merombak banyak regulasi agar pupuk dapat langsung disalurkan dari produsen ke distributor,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian sedang mencetak 75 ribu hektare sawah di Palangkaraya dan mengoptimalkan 500 ribu hektare lahan rawa di seluruh Indonesia.

Ditambahkannya, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi petani, termasuk dana Rp4,8 juta per hektare untuk konstruksi optimalisasi lahan, bantuan olah lahan Rp900 ribu per hektare, serta pupuk, pestisida, dan benih 50 kg per hektare.

Selain itu, ia menyoroti harga pembelian gabah oleh Bulog di atas ketentuan pemerintah, yakni Rp6.700 per kilogram dari standar Rp6.500 per kilogram. Menurutnya, ini menunjukkan stabilitas harga bahan pokok di Sidrap.

Sementara Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, mengapresiasi kunjungan Dirjen PSP yang memberikan motivasi bagi petani. Ia berharap kehadiran Dirjen dapat meningkatkan semangat petani dalam meningkatkan produksi pangan.

“Terima kasih atas kunjungan Pak Dirjen ke Sidrap. Semoga ini menjadi inspirasi dan spirit bagi petani di Kabupaten Sidrap,” ujarnya.

Syaharuddin memaparkan, luas sawah di Sidrap menurut BPS mencapai 50.277 hektar, terdiri dari 31 ribu hektar sawah irigasi dan sisanya sawah tadah hujan. Adapun hasil panen mencapai 480 ribu ton gabah, yang jika dikonversi ke nilai ekonomi sekitar Rp2,7 triliun per tahun.

“Kalau kali ini panen Sidrap naik 6,5 ton, dikali 50 ribu hektar berarti mudah-mudahan musim tanam April-September nanti, data kita bisa bertambah menjadi 600-700 ribu ton per tahun. Kalau itu bisa sampai 700 ribu ton kita bisa menghasilkan uang di sini, di Sidrap dua kali llipat,” ulasnya.

Syaharuddin berharap pupuk yang dialokasikan untuk Sidrap terpenuhi 100 persen, serta menekankan pentingnya benih yang tertib, metode tanam yang seragam, dan gotong royong dalam memberantas hama.

Sementara itu, Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Sidrap Ibrahim melaporkan, lahan yang dipanen merupakan sawah tadah hujan yang tetap mampu memberikan kontribusi lebih dari 6 ton padi untuk Kabupaten Sidrap.

Ibrahim melanjutkan, tikus masih menjadi ancaman utama bagi pertanian di Sidrap. Benih juga menjadi tantangan, terutama karena ada benih dengan sifat galur (keturunan tertentu) yang bisa berdampak lebih besar pada hasil panen.

Ia pun berharap bantuan dari pemerintah pusat, terutama untuk mendukung musim tanam Oktober-Maret, guna mendukung program swasembada pangan nasional yang merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden. (*)

 

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kasus Lama Bangkit Lagi: Polisi Pastikan Penipuan Sidrap Masuk Tahap Serius

3 April 2026 - 17:56 WITA

Bawaslu Parepare Hadiri Pleno PDPB Triwulan I 2026, Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Stakeholder

3 April 2026 - 17:03 WITA

Tenaga Ahli Beberkan Peran Strategis Menag RI dalam Kerja Sama Internasional

2 April 2026 - 21:48 WITA

Indonesia Soroti Peran Agama dalam Krisis Global, Menag Paparkan Ekoteologi di Forum Dunia

2 April 2026 - 21:44 WITA

Great Institute Kecam Serangan ke Pasukan UNIFIL di Lebanon

2 April 2026 - 18:31 WITA

Modus Baru Penipuan, Pelaku Catut Nama CEO PT Annur Maarif

2 April 2026 - 18:18 WITA

Trending di Ajatappareng