Menu

Mode Gelap
Bupati SAR Ajak UMKM Berkembang, tidak Latah dan Jaga Konsistensi Bupati Terus Dorong Kesejahteraan Guru dan Sarana Pendidikan di Sidrap Jelang Rakernas PSI, Ratusan  Mobil Branding Kaesang – Muammar Gandi Dandim 1420/Sidrap Ajak Media Selalu Bersinergi Aroma Khas Coto Yoko, Ikon Kuliner Baru di Sidrap

Eksklusif · 9 Des 2024 22:24 WITA ·

DPRD Parepare Akan Koordinasi ke Kemendagri soal Pencopotan Iwan Asaad


 DPRD Parepare Akan Koordinasi ke Kemendagri soal Pencopotan Iwan Asaad Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, PAREPARE – DPRD Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyoroti perkara Iwan Asaad yang dicopot dari Kepala Inspektorat Parepare usai sanksi kepegawaiannya kembali diberlakukan. DPRD mengaku akan berkoordinasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait perkara tersebut.

“Kami juga rencana minggu ini ke Kemendagri untuk memperjelas masalah ini sebab kami menilai kisruh ini merusak citra Parepare,” kata Wakil Ketua DPRD Parepare Muhammad Yusuf Lapanna kepada detikSulsel, Senin (9/12/2024).

Yusuf mengaku heran dengan kebijakan yang ditempuh Pj Wali Kota Parepare Abdul Hayat Gani. Dia menyebut Iwan Asaad juga sudah melaporkan hal tersebut ke Kemendagri.

“Pak Iwan sudah melaporkan kasus ini Kemendagri dan Pak Pj (Abdul Hayat Gani) dan Bu Adriani (Kepala BKPSDM Parepare) telah dipanggil ke Kemendagri,” tuturnya.

Legislator Gerindra ini menegaskan pencopotan Iwan Asaad sebagai kepala Inspektorat Parepare patut dipertanyakan. Dia berdalih tidak ada protes atau urgensi yang menjadi alasan dilakukan pencopotan.

“Dengan mencopot Iwan Asaad ini tidak ada urgensinya. Walaupun alasannya dari Bu Adriani (kepala BKPSDM Parepare) ini ada kekeliruan dari Akbar Ali (mantan Pj wali kota Parepare), saya kira ini sudah selesai karena ini sudah masuk ke PTUN dan Pak Iwan Asaad yang memenangkan,” bebernya.

Dia menduga ada unsur politik di balik pencopotan Iwan Asaad dari kepala Inspektorat Parepare. Menurut Yusuf, kepala daerah seharusnya bijak dalam mengambil keputusan.

“Ini rawan politisasi dan kemungkinan besar ini adalah pesanan dari orang luar atau mantan kepala daerah yang tidak suka ke Iwan Asaad dan celakanya Pak Pj jadi perpanjangan tangan,” tegas Yusuf.

Yusuf juga akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait perkara tersebut. Dia berharap ada kejelasan dari Pemkot Parepare agar kekisruhan ini berakhir.

“Saya sudah sampaikan ke komisi I (DPRD Parepare) sebagai komisi yang terkait agar ini bisa ditindaklanjuti dengan RDP. Kekisruhan tidak boleh lagi melebar ke mana-mana. Semestinya pasca pilkada ini Pak PJ menjadi garda terdepan untuk rekonsiliasi,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Pj Wali Kota Parepare Abdul Hayat Gani memberhentikan Iwan Asaad dari Kepala Inspektorat Parepare. Kebijakan ini dilakukan setelah Abdul Hayat Gani membatalkan surat keputusan (SK) tentang pencabutan hukuman disiplin terhadap Iwan Asaad yang sempat diteken mantan Pj Wali Kota Parepare Akbar Ali.

“SK pembatalan pencabutan hukuman disiplin yang dikeluarkan Pj Wali Kota (Abdul Hayat Gani) sudah sesuai prosedur. SK pembatalan itu hasil dari pencermatan tim yang dibentuk Pemkot Parepare,” kata Kepala BKPSDM Parepare Adriani Idrus dalam keterangannya, Jumat (6/12).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati SAR Ajak UMKM Berkembang, tidak Latah dan Jaga Konsistensi

10 Januari 2026 - 15:30 WITA

Bupati Terus Dorong Kesejahteraan Guru dan Sarana Pendidikan di Sidrap

10 Januari 2026 - 14:58 WITA

Bukan Film, Superhero Benar-Benar Hadir di Sekolah Panca Lautang Bawa Makan Bergizi Gratis

9 Januari 2026 - 11:54 WITA

Mahasiswa Prodi Peternakan UMS Rappang Kaji Inovasi Kerupuk Kulit Ayam Multirasa

8 Januari 2026 - 16:30 WITA

Jelang Rakernas PSI, Ratusan  Mobil Branding Kaesang – Muammar Gandi

7 Januari 2026 - 18:27 WITA

IPM Sulsel Minta Dukungan Pemda Sidrap untuk Sukseskan Muktamar XXIV

7 Januari 2026 - 15:52 WITA

Trending di Edukasi

Sorry. No data so far.