Menu

Mode Gelap
317 Jamaah Umroh Kloter 1 PT Annur Ma’arif Tiba di Sidrap Ketua DPRD Makassar Perkuat Sinergitas Bangun Makassar Produksi Gabah Sidrap 2025 Capai 565 Ribu Ton 1.225 Gerai KMP telah Beroperasi di Sulsel Jokowi Bakal Hadir di Rakernas dan Beri Arahan ke Kader PSI

Fokus · 29 Agu 2025 14:05 WITA ·

Ekonomi Membaik, Pengadilan Agama Klaim Angka Perceraian Turun


 Ekonomi Membaik, Pengadilan Agama Klaim Angka Perceraian Turun Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP – Trend penurunan angka perceraian terjadi di Pengadilan Agama Sidrap belakangan ini.

Penurunan angka perceraian diklaim tak lepas dari membaiknya kondisi ekonomi masyarakat, khususnya dengan meningkatnya perhatian pemerintah di bidang ketahanan pangan yang menjadi penopang utama pendapatan warga Sidrap.

Menurutnya Ketua Pengadilan Agama Andi Muhammad Yusuf Bakri, S.H.I., M.H., mengatakan faktor ekonomi masih menjadi penyumbang terbesar perceraian, terutama pada pasangan dengan usia perkawinan di bawah lima tahun.

Pada fase awal rumah tangga, pasangan suami-istri kerap menghadapi tantangan ekonomi yang belum stabil, sehingga rawan memicu konflik.

“Kalau perkawinan di bawah lima tahun, biasanya didominasi masalah ekonomi. Tapi kalau di atas sepuluh tahun, faktor penyebabnya lebih kompleks, bisa soal perselingkuhan, pekerjaan, atau persoalan lain yang tidak lagi hanya soal biaya rumah tangga,” jelasnya.

Meski demikian, sebagian besar perkara perceraian yang masuk ke pengadilan bukanlah kasus ringan. Umumnya, pasangan yang menggugat cerai telah menempuh berbagai upaya penyelesaian di luar pengadilan, termasuk mediasi keluarga maupun pihak desa, sebelum akhirnya menjadikan pengadilan sebagai langkah terakhir.

Andi Yusuf menambahkan, rata-rata perkara perceraian di Sidrap berakhir dengan putusan dikabulkan karena kondisi rumah tangga yang sudah tidak bisa dirukunkan. Hanya sekitar 5–10 persen perkara yang ditolak atau dicabut kembali oleh pihak penggugat.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan jiwa dan raga sebelum memasuki perkawinan. “Perkawinan bukan urusan coba-coba. Anak muda tidak boleh buru-buru menikah hanya karena dorongan sesaat. Harus matang secara mental, ekonomi, dan didukung kesiapan keluarga agar tidak berujung pada perceraian,” pesannya. (asp)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kaesang dan RMS Hadiri Jalan Santai PSI di Pantai Losari Makassar

1 Februari 2026 - 11:15 WITA

Tahap Penentuan SK Tendik Tetap, BPH UMS Rappang Gelar Wawancara Staf hingga Petugas Keamanan

31 Januari 2026 - 21:15 WITA

RSUD Andi Makkasau Tertibkan Layanan Rawat Jalan Urologi

31 Januari 2026 - 17:38 WITA

Pelantikan Pengurus IOF Sidrap 2025–2029, Bupati Apresiasi Kontribusi Buka Akses Desa

31 Januari 2026 - 13:58 WITA

317 Jamaah Umroh Kloter 1 PT Annur Ma’arif Tiba di Sidrap

30 Januari 2026 - 22:03 WITA

Panitia Milad Muhammadiyah ke-113 Gerak Cepat Lakukan Koordinasi

30 Januari 2026 - 21:08 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.