Menu

Mode Gelap
Tetap Solid, Elite NasDem Sulsel Gelar Konsolidasi 15 Truk Telur Sidrap Dilepas di Festival Tani Ternak, Nilai Transaksi Rp4,7 M Kasus Dugaan Penipuan ‘Mengendap’ 3 Tahun di Polres Wajo, Korban Minta Aparat Serius Wow…Ada Transaksi Alshintan Rp1,2 Miliar pada Pembukaan Festival Tani Ternak Semangat Pengabdian, Begini Pesan Menyentuh Bupati Sidrap

Ajatappareng · 17 Jan 2025 09:54 WITA ·

Irigasi jadi Faktor Utama Petani Sidrap Tingkatkan Produktivitas Pertanian


 Irigasi jadi Faktor Utama Petani Sidrap Tingkatkan Produktivitas Pertanian Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP  – Petani di Kabupaten Sidrap, selama turun temurun merasakan betul manfaat irigasi pertanian. Produktivitas pertanian mereka melonjak dengan baik yang berimbas positif terhadap peningkatan pendapatan petani.

Bahkan, H Syaharuddin Alrif sejak awal atau pasca ditetapkan sebagai Bupati Terpilih Sidrap hasil Pilkada 2024 telah ‘memutar otak’ bagaimana membenahi jaringan irigasi untuk memanfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai suplai air irigasi bagi komoditas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta budidaya ternak agar dapat berkembang dengan baik.

“Ini (irigasi) penting. Karena bertujuan menjaga tingkat produktivitas petani dalam mengembangkan budidaya pertanian mereka,” kata Syaharuddin Alrif.

Perlunya infrastruktur jaringan irigasi ini, bahkan diungkap Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel itu di rapat koordinasi bidang pangan yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Aula Tudang Sipulung Makassar, Jumat, 17 Januari 2025.

Menurut Syahar, irigasi dan ketersediaan air masih menjadi sedikit kendala bagi sebagian petani Sidrap. Khususnya memenuhi kebutuhan air 52.227 Ha yang ada.

“Kami mohon perhatian untuk irigasi dan sungai yang menjadi kewenangan Menteri PU dan Gubernur. Karena jika ini sudah sempurna, Insha Allah, produksi pertanian akan tambah naik,” tegasnya.

Dari Hulu ke Hilir

Menurut Syaharuddin Alrif, pengelolaan air irigasi harus dilakukan dari hulu sampai ke hilir. Sebab, tidak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan infrastruktur irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi.

“Akibatnya efisiensi dan efektivitas irigasi akan berkurang. Tentu hal itu akan berpengaruh terhadap pengembangan budidaya pertanian dan produktivitas hasil tani,” katanya.

Selain itu, kata dia, irigasi juga bisa meningkatkan intensitas pertanaman dan atau luas areal tanam, meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan dan kesejahteraan petani.

Bagi Syaharuddin Alrif, irigasi merupakan solusi pengairan bagi petani saat musim kemarau, sehingga produksi pertanian benar-benar tidak terganggu. (spa)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Jadi ke 628, Bupati Sidrap Ungkap Kontribusi Terbaik untuk Sulsel

16 Februari 2026 - 14:21 WITA

Tetap Solid, Elite NasDem Sulsel Gelar Konsolidasi

13 Februari 2026 - 19:45 WITA

15 Truk Telur Sidrap Dilepas di Festival Tani Ternak, Nilai Transaksi Rp4,7 M

11 Februari 2026 - 20:03 WITA

Kasus Dugaan Penipuan ‘Mengendap’ 3 Tahun di Polres Wajo, Korban Minta Aparat Serius

11 Februari 2026 - 16:05 WITA

Di Pesantren, Komisioner Bawaslu Sidrap Bekali Santri Materi Bahaya Politik Uang

11 Februari 2026 - 12:41 WITA

Wow…Ada Transaksi Alshintan Rp1,2 Miliar pada Pembukaan Festival Tani Ternak

11 Februari 2026 - 00:41 WITA

Trending di Bisnis

Sorry. No data so far.