MAJENE, — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,7 mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Gempa turut dirasakan di 8 kabupaten dan kota lain yang tersebar di Sulbar hingga Sulawesi Selatan (Sulsel).
Di Sulbar, gempa di Majene turut dirasakan di Polewali Mandar (Polman) dan Mamuju. Getaran gempa juga terasa kuat di beberapa wilayah Sulsel, yakni Parepare, Pinrang, Makassar, Pangkep dan Gowa.

“Gempa bumi ini menimbulkan guncangan di Majene, Polewali Mandar, Parepare, dan Pinrang dengan skala intensitas III-IV MMI,” kata Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,7 mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Gempa turut dirasakan di 8 kabupaten dan kota lain yang tersebar di Sulbar hingga Sulawesi Selatan (Sulsel).
Di Sulbar, gempa di Majene turut dirasakan di Polewali Mandar (Polman) dan Mamuju. Getaran gempa juga terasa kuat di beberapa wilayah Sulsel, yakni Parepare, Pinrang, Makassar, Pangkep dan Gowa.

“Gempa bumi ini menimbulkan guncangan di Majene, Polewali Mandar, Parepare, dan Pinrang dengan skala intensitas III-IV MMI,” kata Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Skala II-III MMI artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” tuturnya.

Hingga pukul 09.35 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan (aftershock). Kendati begitu, BMKG mengimbau warga tetap waspada dan memastikan informasi dari sumber resmi.

Diketahui, gempa berkekuatan M 4,7 yang mengguncang Majene terjadi pada Kamis (9/7) pukul 09.09 Wita. Pusat gempa Sulawesi itu terletak pada koordinat 3,76 LS dan 119,02 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 km Selatan Polewali Mandar, Sulbar, pada kedalaman 13 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar naik Selat Makassar segmen Somba,” jelasnya. (*)