AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP – Ada tim yang menang karena beruntung. Ada pula tim yang menang karena lebih siap sejak peluit pertama dibunyikan. Mitra Gardan FC Makassar masuk kategori kedua.

Di Stadion Ganggawa, Jumat sore (5/6/2026), wakil Kota Makassar itu tampil efektif dan disiplin untuk menumbangkan Tosagenae FC Wajo dengan skor meyakinkan 3-0 dalam lanjutan Sidrap Cup 2026.

Pertandingan baru dimulai pukul 16.31 WITA. Namun bagi Tosagenae, sore itu terasa berjalan terlalu cepat.

Sejak menit-menit awal, Mitra Gardan menunjukkan bahwa mereka datang bukan untuk sekadar meramaikan turnamen.

Tim besutan Faisal Maricar itu tampil dengan pola permainan yang rapi. Aliran bola terjaga, organisasi permainan berjalan baik, dan setiap serangan terlihat memiliki tujuan.

Di bawah mistar, Arya berdiri tenang mengawal gawang. Sementara lini depan yang diperkuat sejumlah pemain andalan terus memberi tekanan kepada pertahanan Tosagenae.

Sebaliknya, Tosagenae FC Wajo yang diperkuat Ciwan di bawah mistar berusaha meladeni permainan cepat lawannya. Semangat juang mereka tidak pernah hilang, tetapi sore itu Mitra Gardan tampil selangkah lebih matang.

Tiga gol berhasil bersarang ke gawang Tosagenae. Yang menarik, seluruh gol tercipta sebelum jeda pertandingan.

Babak pertama menjadi panggung dominasi Mitra Gardan. Babak kedua justru menghadirkan cerita berbeda.

Tidak ada tambahan gol. Namun bukan berarti pertandingan kehilangan tensi.

Mitra Gardan memilih bermain lebih sabar. Mereka tidak lagi memaksakan serangan berlebihan. Keunggulan tiga gol membuat permainan lebih terkontrol.

Di sisi lain, Tosagenae mencoba mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan. Beberapa upaya dibangun, tetapi rapatnya pertahanan lawan membuat peluang yang tercipta gagal berbuah gol.

Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor tetap 3-0. Tidak berubah sejak akhir babak pertama.

Kemenangan ini menjadi sinyal bahwa Mitra Gardan FC bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata dalam perburuan gelar Sidrap Cup 2026.

Mereka memiliki kombinasi yang menarik: pemain berpengalaman, organisasi permainan yang rapi, dan pelatih yang mampu membaca ritme pertandingan.

Sementara bagi Tosagenae FC Wajo, hasil ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jika ingin tetap bersaing di turnamen yang oleh banyak penonton mulai disebut sebagai “tarkam rasa liga” terbesar di Sulawesi Selatan.

Di Ganggawa sore itu, Wajo membawa semangat. Namun Makassar membawa efektivitas.

Dan dalam sepak bola, efektivitas hampir selalu punya peluang lebih besar untuk menang. ()