Menu

Mode Gelap
Juara Lomba Adzan, TPQ Polres Sidrap di HUT YKB ke-46 Raih Hadiah Umroh Buka Puasa Bersama Warga, Cahaya Mario Salurkan Zakat dan Modal Usaha Bupati SAR minta Warga Support Misi Sidrap Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Gafur Lapangan Padel Royal Metro Sky Pinrang Resmi Dibuka, Fasilitas Modern dan Lengkap! Perluas Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Sidrap Teken MoU dengan PMII

Fokus · 18 Mei 2024 21:17 WITA ·

Perekrutan Penyelenggara Ad Hoc di Sidrap Menuai Kontroversi


 Perekrutan Penyelenggara Ad Hoc di Sidrap Menuai Kontroversi Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Perekrutan penyelenggara ad hoc di Kabupaten Sidrap untuk pemilihan (Pilkada Serentak 2024) mendatang telah memicu banyak kontroversi.

Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 50 persen dari penyelenggara lama memilih untuk tidak mendaftar kembali. Keputusan ini menimbulkan berbagai spekulasi dan kekhawatiran mengenai kelancaran pelaksanaan Pilkada serentak.

Salah satu penyebab utama kontroversi ini adalah ketidakpuasan terhadap proses rekrutmen yang dianggap kurang transparan dan adil.

Beberapa mantan penyelenggara mengeluhkan adanya intervensi dan tekanan dari pihak tertentu yang nantinya mempengaruhi hasil seleksi.

Selain itu, beberapa dari mereka merasa tidak dihargai dan kurangnya apresiasi terhadap dedikasi mereka selama bertugas pada pemilu 2024 sebelumnya.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas penyelenggaraan pilkada serentak di Kabupaten Sidrap.

Dengan banyaknya penyelenggara berpengalaman yang tidak lagi berpartisipasi, potensi adanya kesalahan atau ketidakberesan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara semakin besar.

Masyarakat dan sejumlah pengamat politik mengharapkan hal ini menjadi perhatian khusus semua pihak terutama penyelenggara yang direkrut banyak titipan sehingga memungkinkan proses demokrasi terciderai karena kualitas penyelenggara itu sendiri.

Direktur LSM Jaringan Informasi Masyarakat Transparansi (Jimat) Sidrap, Ilham Ancis, Sabtu (18/5/2024) mengatakan Komisioner KPU Kabupaten Sidrap tidak konsisten dalam mengambil keputusan di mana statemen pertama yang dikeluarkan hanya akan melakukan evaluasi pada penyelenggara lama yang memberikan dedikasinya dan hal itu diiakan oleh KPU Provinsi.

Namun pada kenyataannya tidak demikian, adapun alasan KPU Kabupaten Sidrap menarik kata-kata awalnya yaitu dikarenakan ada dua juknis yang keluar yakni juknis pertama hanya evaluasi kinerja dan teknis kedua perekrutan ulang tapi pada kesimpulan nya mereka memilih juknis pendaftaran ulang yang memungkinkan merugikan mereka hingga akhirnya memilih untuk tidak mendaftar lagi.

Terpisah, Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Sidrap, Dr. Akhwan Ali mengatakan dalam tahapan Pemilihan Umum dan Pemilihan dilaksanakan secara bersamaan atau berhimpitan, pembentukan panitia pemilihan kecamatan dan panitia pemungutan suara oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan metode seleksi terbuka.

Itu diselenggarakan berdasarkan Keputusan KPU Nomor 476 Tahun 2024 tentang metode pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia pemungutan suara dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024.

Keputusan KPU tentang Metode pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan dan Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota dilaksanakan dengan metode seleksi terbuka.

Tahapan dan jadwal seleksi terbuka pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara sebagaimana dimaksud menjadi pedoman bagi KPU Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara. (asp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Sidrap Gelar Pasar Murah, Fantry: Tekan Lonjakan Harga Jelang Idul Fitri

13 Maret 2026 - 14:35 WITA

Sidrap Pasok Telur Nasional, Transaksi Peternakan Capai Miliaran Rupiah

12 Maret 2026 - 17:39 WITA

BPS Apresiasi Teknologi Peternakan di Sidrap, Produksi Telur Capai Rp12 Miliar per Hari

12 Maret 2026 - 16:39 WITA

BPS Sebut Sektor Pertanian Jadi Penggerak Utama Ekonomi Sidrap

12 Maret 2026 - 14:56 WITA

Bupati Sidrap Sambut Kepala BPS RI, Bahas Penguatan Data dan Ketahanan Pangan Naskah Berita

12 Maret 2026 - 14:05 WITA

Amankan Idul Fitri 1447 H, Polres Sidrap Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026

12 Maret 2026 - 11:45 WITA

Trending di Ajatappareng