SIDRAP – Pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) VII tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Lapangan Ganggawa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Rabu (2/9/2026), berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini diikuti sekitar 72.000 peserta yang berasal dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Kesuksesan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kesiapan aparat keamanan yang telah melakukan perencanaan dan koordinasi sejak jauh hari. Kepolisian bersama pemerintah daerah, unsur TNI, serta instansi terkait menggelar sejumlah rapat koordinasi dan simulasi guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan.

Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong menjelaskan, pihaknya mengerahkan sebanyak 280 personel untuk mengamankan kegiatan, terdiri atas personel Satuan Lalu Lintas, personel Polres Sidrap, serta dukungan dari seluruh Polsek jajaran.

“Kami telah mempersiapkan pengamanan jauh hari melalui rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, dan seluruh instansi terkait. Beberapa simulasi juga dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kepadatan kendaraan yang sempat terjadi usai pembukaan kegiatan dapat diurai dengan cepat karena setiap titik simpul lalu lintas telah dijaga personel di lapangan.

“Alhamdulillah, arus lalu lintas yang melibatkan ribuan kendaraan dapat diurai dengan cepat berkat kesiapan personel di setiap titik serta kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah,” katanya.

Selama enam hari pelaksanaan Porsenijar, jajaran kepolisian juga akan menjalankan pelayanan dan pengamanan selama 24 jam. Selain pengamanan terbuka, polisi mengedepankan pendekatan community policing melalui komunikasi dengan pimpinan kontingen, kunjungan ke tempat menginap atlet dan ofisial, serta pelayanan terpadu secara mobile melalui Bhabinkamtibmas.

“Kami berharap seluruh peserta merasa aman dan nyaman selama berada di Kabupaten Sidrap. Selamat bertanding, kami akan terus memberikan pelayanan terbaik demi menjaga keamanan dan kondusivitas kegiatan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PGRI, Wijaya, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Porsenijar VII Sulawesi Selatan yang dinilainya sebagai penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, Porsenijar tingkat Provinsi Sulawesi Selatan berjalan lancar dengan antusiasme yang sangat tinggi. Sebanyak sekitar 72.000 peserta dari 24 kabupaten dan kota hadir. Ini merupakan jumlah peserta terbesar dalam sejarah pelaksanaan Porsenijar di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Wijaya menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap, panitia pelaksana, serta seluruh jajaran PGRI. Selain menjadi ajang olahraga dan seni, Porsenijar kini juga mengusung unsur pembelajaran sebagai wadah peningkatan kompetensi guru.

“Porsenijar bukan hanya olahraga dan seni, tetapi juga pembelajaran. Guru tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga mengembangkan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional sesuai tugasnya sebagai pendidik,” jelasnya.

Wijaya juga menegaskan bahwa PGRI terus berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan guru, kepastian status kepegawaian, serta peningkatan profesionalisme tenaga pendidik di Indonesia.

Senada dengan itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Porsenijar di Kabupaten Sidrap.

“Saya tidak bisa berkata-kata selain mengucapkan terima kasih. Sidrap benar-benar luar biasa. Sinergi antara pemerintah daerah, PGRI, dan para guru sangat kuat demi kemajuan sumber daya manusia,” ujarnya.

Prof. Dr. Unifah Rosyidi menjelaskan, PB PGRI saat ini terus menjalankan berbagai program strategis, di antaranya pelatihan satu juta guru di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan coding untuk mendukung pembelajaran mendalam.

Selain itu, PB PGRI juga terus memperjuangkan keberlanjutan tunjangan profesi guru, perlindungan hukum bagi guru, serta kepastian status dan kesejahteraan guru non-ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Unifah bahkan berharap Sulawesi Selatan kembali dipercaya menjadi tuan rumah Porsenijar dua tahun mendatang. Ia juga mengungkapkan rencana menghadirkan tamu internasional dari organisasi guru dunia yang beranggotakan 188 negara agar dapat menyaksikan langsung keberhasilan sinergi pemerintah daerah dan PGRI di Sulawesi Selatan.

“Kami ingin dunia melihat bagaimana Sulawesi Selatan, khususnya Sidrap, mampu membangun kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah daerah, PGRI, dan para guru demi kemajuan pendidikan,” pungkasnya.