Program ‘Desa Cantik’, Fondasi Awal Pembangunan di Sidrap
AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Badan Pusat Statistik (BPS) kembali memperkuat komitmen pembangunan berbasis data dengan menetapkan Desa Teteaji, Desa Polewali, dan Desa Teppo sebagai lokus baru program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Desa Cantik ini, diharapkan menjadi fondasi awal pembangunan di daerah ini. Sebab, data statistik memiliki peran krusial dalam menentukan arah kebijakan dan pelayanan publik.
Hingga tahun 2026 ini, sudah terdapat 106 desa di seluruh Indonesia yang menjadi lokus program Desa Cantik. Program ini juga terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pembinaan berbasis data.
Pencanangan program di tiga desa yang terletak di Kecamatan Tellu Limpoe tersebut secara resmi dilakukan oleh Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, di Aula Kantor Desa Teteaji, Selasa (21/4/2026). Kegiatan dirangkaikan dengan sosialisasi literasi statistik, pemaparan program Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta Sensus Ekonomi 2026.
Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sidrap, memberikan apresiasi atas keberlanjutan program ini. Menurutnya, pembangunan saat ini wajib berbasis data agar setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran.
“Data yang baik adalah kunci pertumbuhan ekonomi dan efektivitas program pembangunan, termasuk dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Saya berharap seluruh pihak, khususnya aparat desa, mendukung pendataan ini dengan serius agar data yang dihasilkan benar-benar valid dan akurat,” tegas Nurkanaah dalam sambutannya.
Ia menegaskan, kualitas perencanaan pembangunan sangat bergantung pada akurasi data yang digunakan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidenreng Rappang, Andi Asmarani, menegaskan tujuan utama program Desa Cantik adalah mentransformasi desa menjadi pengelola data yang mandiri.
“Program ini bukan sekadar pencatatan administratif, melainkan upaya meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengumpulkan, mengolah, hingga memanfaatkan data untuk pengambilan keputusan. Data tidak boleh lagi hanya menjadi catatan, tetapi harus menjadi dasar utama dalam menentukan arah pembangunan desa ke depan,” jelas Andi Asmarani.
Kegiatan pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan piagam komitmen bersama oleh para kepala desa terkait, yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati dan jajaran Forkopimcam.
Hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mahluddin, Kepala Dinas PMDPPA Andi Surya Praja Hadiningrat, Kepala Dinas Sosial Wahidah Alwi, Kabid Aplikasi Informatika dan Statistik Diskominfo Mashuri, serta Kabid Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Andi Soeharto.
Tampak pula Sekretaris Camat Tellu Limpoe Muhammad Ridwan, Wakapolsek Tellu Limpoe Ipda Samsu Alam, Babinsa Teteaji A. Tanri Ampa, serta kepala desa lokus pembinaan yakni Kepala Desa Teteaji Andi Muh. Gusli C, Kepala Desa Polewali Abdillah Yasin, dan Kepala Desa Teppo H. Sukarta Sabbang, bersama Ketua BPD dan tokoh masyarakat setempat.
Penetapan tiga desa di Kecamatan Tellu Limpoe ini merupakan kelanjutan dari upaya dalam memperluas cakupan literasi statistik di tingkat desa dan kelurahan. Program serupa telah dilakukan di Desa Lise Kecamatan Panca Lautang serta Kelurahan Lakessi Kecamatan Maritengngae. (rls)



Tinggalkan Balasan