Menu

Mode Gelap
13 Camat Dilantik, Ketua DPRD Makassar Dukung Penyegaran Pemerintahan Kecamatan Dihadiri Tokoh-tokoh NU, Yasinan Digelar di Rujab Bupati Sidrap Partai PSI ‘Magnet Baru’ di Wajo, Anggelina Putri, Cucu H.Sutomo Dawi Gabung Ke PSI Pasca Dilantik, Ketua PSI Sidrap Fokus Benahi Struktur hingga Ranting Masyarakat Wajib Tahu, Ini Daftar Penyakit yang Pengobatannya Ditanggung BPJS Kesehatan

Ajatappareng · 23 Apr 2025 06:18 WITA ·

Rektor Unisan Pilih Bungkam Usai Kasus Pelecehan Seksual Dosen


 Rektor Unisan Pilih Bungkam Usai Kasus Pelecehan Seksual Dosen Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Di tengah sorotan publik soal dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual yang terhadap seorang dosen Universitas Ichan Sidenreng Rappang (Unisan) Sidrap, Rektor kampus tersebut, Dr Darnawati, memilih bungkam.

Upaya jurnalis untuk mendapatkan klarifikasi langsung darinya, Rabu (23/4), terkesan diabaikan dan menolak memberi klarifikasi.

Saat ditemui di lingkungan kampus, Dr Darnawati hanya memberikan jawaban singkat sebelum menghilang ke salah satu ruangan.

“Temui Pak Kurniawan,” ujarnya tanpa menjawab pertanyaan terkait kasus yang mencoreng dunia akademik tersebut.

Namun upaya menemui Kurniawan juga tak membuahkan hasil. Ia terlihat terburu-buru meninggalkan kampus sambil mengatakan, “Tunggu ya, saya keluar makan dulu.”

Sikap ini menimbulkan dugaan bahwa pihak kampus saling melempar tanggung jawab dan enggan memberikan pernyataan resmi.

Padahal publik menanti sikap tegas dari pimpinan institusi terhadap laporan serius yang menimpa salah satu dosennya.

Kasus tersebut melibatkan LS, dosen Fakultas Ekonomi, yang melaporkan rekannya sendiri, MJB, atas dugaan pemerkosaan yang terjadi pada 21 Februari 2025.

Laporan resmi dilayangkan ke Polres Sidrap pada 11 April dan kini telah masuk dalam tahap penyelidikan.

Dalam keterangannya, LS menyebut kejadian bermula saat dirinya pulang jogging dari Stadion Ganggawa.

Tanpa disadari, MJB mengikutinya hingga ke tempat tinggal dan diduga melakukan tindakan asusila secara paksa.

“Saya tidak tahan terus hidup dalam ketakutan,” ungkap LS yang baru berani melapor setelah mendapat dukungan dari keluarga.

Publik kini menanti langkah konkret dari institusi pendidikan yang seharusnya menjadi garda depan dalam menjunjung etika, keadilan, dan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.

Sementara itu, diamnya pihak kampus justru menimbulkan lebih banyak tanda tanya. (sp)

Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Program Umrah Akbar Annur–JRW, Kloter Kedua Tiba di Sidrap

7 Februari 2026 - 06:57 WITA

13 Camat Dilantik, Ketua DPRD Makassar Dukung Penyegaran Pemerintahan Kecamatan

6 Februari 2026 - 22:19 WITA

Bawaslu Sidrap Ikuti Rapat Daring Bahas Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan 2026

6 Februari 2026 - 15:49 WITA

Pertanian Sidrap Berbuah Hasil, Produktivitas dan Produksi Padi Terus Meningkat

6 Februari 2026 - 12:49 WITA

Dihadiri Tokoh-tokoh NU, Yasinan Digelar di Rujab Bupati Sidrap

5 Februari 2026 - 19:16 WITA

TeknoFarm SARPROFEST Semarakkan Hari Jadi ke-682 Sidenreng Rappang, Dorong Pertanian Modern dan Produktivitas Padi

5 Februari 2026 - 16:39 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.