Tak Sekadar KKN, Mahasiswa UMS Rappang Hadir Sebagai Problem Solver di Desa Bulo
SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VIII Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mulai menjalankan rangkaian program pengabdian di Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Berbagai inovasi berbasis digital, lingkungan, hingga pendidikan diperkenalkan dalam Seminar Program Kerja yang digelar bersama pemerintah desa.
Seminar tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memaparkan program-program unggulan yang akan direalisasikan selama pelaksanaan KKN. Seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan prinsip pemberdayaan dan keberlanjutan.
Pelaksanaan KKN di Desa Bulo tahun ini juga menghadirkan kolaborasi lintas perguruan tinggi. Mahasiswa UMS Rappang akan bersinergi dengan mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan IAIN Parepare dalam merancang serta mengimplementasikan berbagai program pengabdian yang berorientasi pada pembangunan desa.
Kepala Desa Bulo, Andi Rifai, menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Menurutnya, program-program yang dipresentasikan memiliki potensi memberikan dampak bagi masyarakat.
“Kami Pemerintah Desa Bulo sangat terbuka dan mendukung penuh kehadiran mahasiswa KKN. Kami melihat program yang dirancang bukan hanya kegiatan sementara, tetapi memiliki arah yang jelas dalam membantu desa, terutama melalui inovasi digital, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Andi Rifai.
Ia berharap mahasiswa mampu berbaur dengan masyarakat, mengenali potensi desa, serta menghadirkan program yang manfaatnya dapat terus dirasakan meski masa KKN telah berakhir.
“Harapan kami mahasiswa dapat menyatu dengan masyarakat, memahami potensi Desa Bulo, serta bersama-sama menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga bahkan setelah kegiatan KKN selesai,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Bulo, Dr. Sandi Lubis, S.I.P., M.A.P., menegaskan bahwa pelaksanaan KKN saat ini harus mampu menghasilkan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“KKN hari ini tidak cukup hanya hadir dengan kegiatan seremonial. Mahasiswa harus mampu menjadi problem solver dengan menghadirkan gagasan kreatif berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat desa,” jelasnya.
Menurutnya, Desa Bulo menjadi ruang belajar yang ideal bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memahami dinamika sosial dan pemerintahan desa.
“Kami ingin mahasiswa belajar bahwa membangun desa membutuhkan kolaborasi. Kehadiran mahasiswa UMS Rappang bersama UNHAS dan IAIN Parepare menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berjalan bersama menghasilkan pengabdian yang lebih berdampak,” lanjut Dr. Sandi Lubis.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa memperkenalkan sejumlah program unggulan. Salah satunya adalah SIBERAS (Sistem Informasi Berbasis Evaluasi Respons dan Aspirasi Masyarakat), sebuah inovasi digital yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi warga dalam memberikan masukan terhadap pelayanan publik desa.
Melalui sistem tersebut, masyarakat diharapkan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan evaluasi secara lebih mudah, sehingga pelayanan pemerintah desa dapat berlangsung lebih responsif, transparan, dan akuntabel.
Di bidang lingkungan, mahasiswa menghadirkan program Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi masyarakat. Program ini mengedukasi warga tentang pemanfaatan limbah organik menjadi pakan ternak alternatif dan pupuk organik yang memiliki nilai ekonomis.
Sementara pada sektor pendidikan, mahasiswa meluncurkan program SKETSA (Sekolah Kreatif, Teknologi, Seni, dan Budaya) yang bertujuan meningkatkan kreativitas peserta didik melalui pengenalan teknologi, seni, desain digital, serta pelestarian budaya lokal.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menginisiasi program SALAMAKKI (Sekolah Aman, Lingkungan Anak Makin Aman) untuk membangun lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan (bullying). Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, siswa didorong untuk menumbuhkan sikap empati, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama.
Pelaksanaan Seminar Program Kerja KKN Angkatan VIII UMS Rappang di Desa Bulo menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Sinergi antara Pemerintah Desa Bulo, UMS Rappang, UNHAS, IAIN Parepare, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan program-program berkelanjutan yang mendukung terwujudnya desa yang mandiri, adaptif terhadap teknologi, dan berdaya saing.


Tinggalkan Balasan