SIDRAP, — Universitas Muhammadiyah Sidrap (UMS) kembali menggelar wisuda sarjana, pascasarjana dan pengukuhan guru besar Prof. Dr. Usman di Auditorium H. Zaini Razak, Universitas Muhammadiyah (UMS) Sidenreng Rappang, Sabtu (11/7/2026).  Acara ini dihadiri Bupati Sidrap, H Syaharuddin Alrif.

Kehadiran orang nomor satu di Sidrap ini menjadi momentum penting dalam mempertegas visi “Pendidikan Unggul” yang terus diakselerasi pemerintah daerah guna mewujudkan kembali kejayaan Sidrap sebagai kota pendidikan.

Tak hanya bupati, hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, dan anggota DPRD Sidrap, Abd Rahman, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof. Dr. H. Ambo Asse, Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mohammad Adam Jerusalem, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Dr. Andi Lukman, serta Rektor UMS Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad.

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Universitas Muhammadiyah Sidrap. Ia menyebut bahwa kehadiran para cendekiawan baru ini merupakan hasil nyata dari dedikasi institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

“Sebagai Pemerintah Kabupaten Sidrap, saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada UMS Sidrap yang telah mempersembahkan para ilmuwan dan cendekiawan baru. Ini adalah bukti bahwa visi ‘Pendidikan Unggul’ yang kita rancang—mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Perguruan Tinggi—terus bergerak maju,” ujar Syaharuddin.

Bupati menegaskan bahwa tujuannya adalah agar masyarakat Sidrap tidak perlu lagi menempuh pendidikan jauh ke luar daerah. Ia bahkan optimis dapat menarik minat masyarakat luar untuk datang ke Sidrap guna menimba ilmu.

Terkait kualitas, ia meyakini wisudawan UMS Sidrap memiliki kompetensi yang setara dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun daerah lain di Sulawesi Selatan.

“Universitas Muhammadiyah adalah wadah investasi jangka panjang. Ilmu dan amaliah yang dimiliki para alumni hari ini pasti akan berdampak langsung pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidrap,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UMS Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad dalam laporannya menjelaskan sejarah perkembangan kampus yang terbentuk dari penggabungan STISIP Muhammadiyah Rappang dan STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang pada tahun 2019.

“Sejak awal, UMS Rappang fokus pada pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan lokal maupun nasional. Kami terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan tinggi yang maju, sehat, dan berdaya saing,” ungkap Jamaluddin.

Pada kesempatan tersebut, UMS Rappang secara resmi melepas sebanyak 172 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan almamater. (sp)