SIDRAP – Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian (PVTP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) berhasil lolos mengikuti program magang internasional di Taiwan.

Ketiganya menjadi mahasiswa angkatan pertama dari Prodi tersebut yang memperoleh kesempatan mengikuti program magang internasional.

Ketiga mahasiswa itu dilepas secara resmi oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., bersama 10 mahasiswa dari program studi lainnya yang juga mengikuti program magang internasional. Prosesi pelepasan berlangsung di Lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang, Senin (6/7/2026).

Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian, Jusman Tang, S.Pd., M.Pd., mengatakan keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi prodi yang dipimpinnya. Menurutnya, ketiga mahasiswa tersebut merupakan peserta pertama yang berhasil menembus program magang internasional.

“Alhamdulillah, ini merupakan angkatan pertama mahasiswa Prodi Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian yang mengikuti program magang internasional. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi mahasiswa lainnya agar terus meningkatkan kompetensi,” ujar Jusman.

Ia menjelaskan, ketiga mahasiswa yang diberangkatkan merupakan mahasiswa semester IV dan dijadwalkan bertolak ke Taiwan pada 9 Juli 2026. Selama mengikuti program, mereka akan memperoleh pengalaman kerja guna memperluas wawasan mengenai teknologi dan budaya kerja internasional.

Jusman berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga nama baik UMS Rappang maupun Indonesia, serta kembali dengan membawa pengalaman dan pengetahuan yang dapat dibagikan kepada mahasiswa lainnya.

Salah seorang peserta magang, Nur Azizah, mengaku sangat bersyukur dapat lolos dalam program tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar di luar negeri merupakan impian yang akhirnya bisa terwujud.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena melalui program ini saya bisa belajar di luar negeri. Selain mendapatkan pengalaman internasional, kami juga memperoleh penghasilan selama mengikuti magang. Hal itu sangat membantu saya untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), apalagi saya tidak menerima beasiswa,” tuturnya

Nur Azizah mengungkapkan bahwa keberangkatan ke Taiwan juga menjadi pengalaman pertamanya bepergian ke luar negeri. Ia berharap dapat menyerap ilmu, keterampilan, serta etos kerja yang diterapkan di industri Taiwan sehingga dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan studi.
“Semoga saya bisa menjalani program ini dengan baik, memperoleh banyak pengalaman, dan nantinya membawa ilmu yang bermanfaata,” harapnya.

Program magang internasional yang diikuti mahasiswa UMS Rappang merupakan bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja global. Melalui pengalaman belajar dan bekerja di luar negeri, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan profesional, kemampuan beradaptasi, serta daya saing yang lebih tinggi di era internasionalisasi pendidikan.