SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia resmi menggelar Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Sidrap, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan ini menjadi tonggak awal dimulainya operasional salah satu Sekolah Rakyat pertama di Indonesia.

Acara yang berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Sidrap tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Sosial RI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, kepala OPD, tenaga pendidik, orang tua siswa, serta ratusan peserta didik baru.

Open House dan MPLS menjadi momentum bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, tenaga pendidik, fasilitas, tata tertib, budaya belajar, serta konsep pendidikan yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Sidrap.

PIC Kementerian Sosial, Abdul Muhlis Muin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap yang dinilai menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendukung Program Sekolah Rakyat.

“Pada 31 Juli ini alhamdulillah kegiatan sudah kita laksanakan. Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Sidrap bersama seluruh jajaran, Dinas Sosial, tim transisi, dan semua pihak yang telah bekerja sepenuh hati. Lahan yang disiapkan ini merupakan investasi untuk peradaban masa depan,” ujarnya.

Menurut Abdul Muhlis Muin, dari kawasan tersebut akan lahir generasi yang tidak hanya memperoleh pendidikan, tetapi juga dibentuk karakter, kemandirian, dan kepemimpinannya sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan.

Abdul Muin menambahkan, Sidrap menjadi salah satu kabupaten pertama di Indonesia yang serius mendukung Program Sekolah Rakyat dengan menghadirkan dua sekolah rintisan.

“Kami mewakili Kementerian Sosial memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Hari ini kita mencatat sejarah karena Sidrap menjadi salah satu kabupaten pertama yang memiliki dua sekolah rintisan Sekolah Rakyat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Dr. H. Abd. Malik Faisal, S.H., M.Adm.Pemb. mengatakan dirinya sengaja menghadiri kegiatan MPLS di Sidrap karena daerah ini dinilai paling siap mengembangkan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, kesiapan lahan yang dimiliki Kabupaten Sidrap menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menyukseskan program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 8 tentang percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Program ini hadir untuk memutus rantai kemiskinan. Orang tua boleh miskin, tetapi anak-anaknya harus sukses. Sekolah Rakyat menjadi langkah awal mencetak generasi yang memiliki mimpi besar, karakter kuat, nasionalisme, dan integritas,” ujarnya.

Malik Faisal juga menyebut kawasan Sekolah Rakyat Sidrap nantinya diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA dengan didukung sekitar 300 tenaga pendidik.

Sementara Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif mengucapkan rasa syukurnya atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Sidrap sebagai salah satu daerah pelopor Sekolah Rakyat di Indonesia.

Menurutnya, kawasan yang dahulu hanya berupa hamparan tanah kosong kini akan menjadi pusat lahirnya generasi unggul yang mampu mengubah masa depan Kabupaten Sidenreng Rappang.

“Tanah yang dulu hanya hamparan kosong, hari ini berubah menjadi catatan peradaban masa depan Sidenreng Rappang. Dari tempat ini kita akan membangun wajah Sidrap menjadi lebih cerdas,” ungkapnya.

Syaharuddin menceritakan bahwa dirinya memperjuangkan langsung program tersebut di Kementerian Sosial. Saat pemerintah pusat meminta lahan seluas tujuh hektar, Pemkab Sidrap justru menyiapkan sepuluh hektare sebagai bentuk keseriusan mendukung Program Sekolah Rakyat.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Mario dan Kecamatan Kulo yang telah mendukung penyediaan lahan demi kemajuan pendidikan anak-anak Sidrap.

Menurutnya, Program Sekolah Rakyat dengan jumlah 400 siswa tidak hanya memberikan akses pendidikan berkualitas, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga para siswa melalui berbagai program pemberdayaan.

Melalui Open House dan MPLS ini, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap seluruh peserta didik dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, berprestasi, dan mampu menjadi pemimpin masa depan.