Menu

Mode Gelap
Andi Tenri Sangka Datangi Rutan Sidrap, Periksa Standar Keamanan ‘Bar-bar’ Lagi, Pasar Malam Terpantau Bikin Aktivitas Berbau Judi Bulog mulai Sasar 25.622 Penerima Bantuan Pangan Pastikan Mudik Aman, Kapolda Pantau Pospam di Sidrap Pemkab Pinrang Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Idul Fitri

Eksklusif · 21 Apr 2025 08:22 WITA ·

Pemkab Sidrap Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Sekolah Rakyat Kemendagri


 Pemkab Sidrap Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Sekolah Rakyat Kemendagri Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengikuti dua agenda nasional yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), Senin (21/4/2025). Kedua agenda tersebut yakni Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah dan Sosialisasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Wakil Bupati Sidrap, Hj. Nurkanaah, memimpin langsung jajaran pemerintah daerah mengikuti kegiatan tersebut dari Ruang Rapat Wakil Bupati, Lantai II Kantor Bupati Sidrap. Turut hadir dalam kesempatan itu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Siara Barang, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Suharya Anggriani, Kabag Ekonomi Rimba, Kabag Kerja Sama Andi Basse, serta sejumlah perwakilan instansi terkait lainnya.

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah merupakan agenda rutin mingguan Kemendagri yang melibatkan seluruh pemerintah daerah se-Indonesia. Rapat kali ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Hadir pula Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, serta sejumlah pejabat dari kementerian terkait.

Dalam paparannya, Mendagri Tito menekankan pentingnya penyusunan data tunggal kemiskinan nasional sebagai dasar utama dalam menurunkan angka kemiskinan, terutama kategori kemiskinan ekstrem. “Data ini menjadi pegangan bagi kementerian/lembaga dan daerah untuk mengurai kemiskinan ekstrem di wilayah,” ujar Tito.

Ia juga memaparkan dua pendekatan dalam penyusunan data tersebut, yakni top-down dan bottom-up dari daerah. “Kita memiliki berbagai skema untuk mengatasi kemiskinan, namun kuncinya adalah keakuratan data tunggal bersama,” tambahnya.

Terkait program Sekolah Rakyat, Mendagri menyebutnya sebagai peluang besar yang digagas oleh Presiden Prabowo. Ia mendorong pemerintah daerah agar menyambut baik inisiatif tersebut dan menyiapkan usulan sesuai kriteria.

“Kriteria prioritas pemilihan Sekolah Rakyat adalah yang telah memiliki tempat atau lahan dan gedung atau bangunan, serta tidak terlalu jauh dari pusat kota untuk kemudahan akses siswa dan distribusi sarana sekolah,” jelas Tito.

Hingga saat ini, lanjutnya, sudah ada 356 usulan sekolah dari pemerintah daerah yang sedang dipertimbangkan di tingkat pusat, dengan target pembangunan 200 sekolah pada tahun pertama 2025.

“Kami berharap pemerintah daerah bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk memastikan program ini tepat sasaran dan efektif dalam menekan angka kemiskinan. Terutama agar murid yang diterima berasal dari desil 1 dan 2,” tegas Tito. (asp)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setelah I’tikaf dan Idulfitri di Madinah, Bunyamin Yapid Tancap Gas Siapkan Haji 2026

26 Maret 2026 - 12:37 WITA

Andi Tenri Sangka Datangi Rutan Sidrap, Periksa Standar Keamanan

25 Maret 2026 - 21:41 WITA

Momentum Idul Fitri, Andi Pahlevi, Kasrudi, dan Budi Hastuti Rajut Kebersamaan

25 Maret 2026 - 14:09 WITA

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Silaturahmi di Dusun Pallae Usai Pantau Perbatasan

24 Maret 2026 - 20:43 WITA

Dari Jembatan Gantung hingga Ruang Kelas, Safari Tolikara Bawa Harapan dari Kampung

24 Maret 2026 - 20:37 WITA

Perangi Halinar, Lapas Kelas IIB Luwuk Gencar Lakukan Penggeledahan Blok Hunian

24 Maret 2026 - 16:42 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.