Lansong Mendongeng di Siang Hari…
Penulis: Shepa Wela
Akhir-akhir ini, pertemuan saya dengan Lansong tiba-tiba intens. Hampir setiap hari.
Setiap siang, ba’da dhuhur, saya pasti menerima chat WA darinya. Kalau bukan ‘P’, pasti bertanya ‘Posisi????”.
Saya sudah menganggapnya bahwa itu ‘kode’ untuk bisa ngopi bareng. Hari ini, saya dan Lansong benar-benar menghabiskan waktu berjam-jam.
Banyak yang kami diskusikan, mulai sepakbola, politik sampai bisnis. Maklum, beliau adalah pengamat yang encer jika berhadapan dengan kopi.
Tapi mungkin karena kehabisan bahan diskusi, Lansong tiba-tiba mau menceritakan dongeng Monyet dan Kuda. Saya tergelitik, tak bisa menahan tawa.
Yah, biasalah Lansong,,. dengan mimik serius, apalagi jika sudah mulai memasang kacamata ukuran miliknya, yang lensanya sudah mulai kebiru-biruan..
Ia memulai dengan kata Alkisah,…
“Di tepi hutan, ada sekawanan monyet melihat pasukan berkuda melintas di depan mereka. Menyaksikan kegagahan para prajurit berkendara di atas pelana kuda, seekor monyet pun menyombongkan diri bahwa menunggang kuda itu masalah mudah!.
Untuk membuktikan perkataannya, saat pasukan berkuda istirahat, si monyet mengendap-endap mendekati seekor kuda di sana. Hup! Dengan lincah, si monyet naik ke atas punggung kuda.
Kuda yang merasakan hentakan berat di atas punggungnya, terkejut, meringkik, berlari kencang, sambil menggoyangkan liar badannya ke kiri dan ke kanan. Monyet yang tidak bisa mempertahankan keseimbangan badannya, terpelanting dan jatuh ke tanah dengan keras.
Hewan lain di hutan, ramai menertawakan kebodohan si monyet. Monyet pun tertunduk malu sambil menahan rasa sakit yang menjalari tubuhnya. Ternyata menunggang kuda tidak semudah yang ia kira!…”
Lansong terhenti… kemudian menyeruput kopinya. Setelah mengatur beberapa nafas,.. ia melanjutkan… Begitu’ mi kisahku boosss&@%#&$!!!…
Dongeng Lansong menarik, endingnya jelas. Cuma, apakah sesimpel itu kisah hidup Lansong?.. giliran saya yang atur nafas dan menyeruput kopi… duh Lansong,.
Tapi, mungkin pesan yang ingin disampaikan Lansong begini,….
Dari kecil dan mulai belajar berjalan, kita tidak peduli berapa kali kita terjatuh, mungkin sakit dan menangis, tetapi secara alami pasti akan bangkit lagi. Melalui proses jatuh bangun, akhirnya manusia bisa berjalan dan berlari seperti sekarang.
Tapi, justru setelah dewasa, manusia yang sudah jauh lebih pandai, saat jatuh atau gagal walaupun tanpa rasa sakit, terkadang takut untuk kembali bangkit.
Kegagalan adalah vitamin kesuksesan, tidak ada orang besar di dunia ini yang bisa sukses tanpa mengalami kegagalan!.. Orang-orang sukses mampu mengetahui mengapa mereka gagal, sekaligus siap memperbaiki dan berani berjuang lagi, demi mencapai cita-cita mereka.., seperti kisah hidup teman saya Lansong, saat ini….($)


Tinggalkan Balasan