Semarakkan HUT RI ke 81, JMSI Sidrap Gelar Lomba FWS Sidrap 2026
SIDRAP, — Dalam rangka ikut menjaga kelestarian Wastra Nusantara, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sidrap, bakal menggelar lomba fashion wastra Glamor 2026, Agustus mendatang.
Ajang ini merupakan kompetisi peragaan busana yang berfokus pada pelestarian kain tradisional Indonesia seperti batik, tenun, songket, dan semacamnya. Pada acara ini, JMSI Sidrap menggandeng sejumlah pemerintah daerah, serta komunitas kreatif di Sidrap.
Ketua panitia, Arief Arifin, Senin (13/7), mengatakan, lomba fashin Wastra Glamor ini akan memadukan warisan budaya dengan tren modern sebagai bagian dari kontribusi dalam menyemarakkan Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke 81, Agustus tahun ini.
Di ajang FWG Sidrap 2026, kata Arif, akan diselenggarakan atraksi bertajuk Fashion Show Wastra Glamor. Fashion Wastra Glamor ini merupakan salah satu side event andalan yang telah direncanakan JMSI Sidrap.
“Tujuannya, untuk mempromosikan kekayaan dan pesona kain dari seluruh Indonesia. Khususnya kain tenun sutera lokal. Selain itu, melalui lomba fashion ini, juga dapat mempromosikan desain-desain pakaian berbahan kain Nusantara dari desainer-desainer lokal yang ternyata tidak kalah bagusnya dengan desainer nasional,” ujarnya.
Peserta kegiatan ini berasal dari komunitas kreatis, sanggar seni, serta siswa-siswi berbakat di bidang fashion.
Para pemenang lomba Fashion Wastra Glamor nusantara akan mendapatkan hadiah pembinaan dengan total puluhan juta rupiah. Kegiatan ini hanya diikuti oleh Peserta dari berbagai daerah. Biaya pendaftaran sesuai kategori, yakni sebesar Rp. 250.000 untuk Cilik A dan B, sedangkan kategori Pelajar/remaja sebesar Rp300.000.
Sementara, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sidrap, Syafruddin Wela terus.mendorong, JMSI Sidrap melakukan banyak kegiatan kreatif.
Disamping itu, Syafruddin juga menyampaikan terkait pentingnya kemandirian media dengan membuka ruang usaha baru. Menurutnya, ditengah efisiensi ini, media dituntut lebih kreatif.
“Makanya kita juga harus membangun kemandirian dengan daya kreatif kita. Membuka ruang-ruang baru, dan event yang kreatif untuk menjadi penopang ruang redaksi dan mendukung usaha kreatif di daerah,” tandasnya. (*)


Tinggalkan Balasan