Mahasiswa KKN UMS Rappang Jadi Pemateri Penyuluhan Budikdamber di Cipotakari
SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menjadi pemateri dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) yang digelar mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan warga di Desa Cipotakari, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di rumah Ketua Tim Penggerak PKK Desa Cipotakari, Wasia, itu diikuti ibu-ibu PKK, masyarakat, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN UNHAS dari dua posko, serta mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL). Penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga melalui sistem Budikdamber.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMS Rappang dipercaya menyampaikan dua materi utama yang menjadi bekal bagi masyarakat dalam menerapkan Budikdamber secara mandiri.
Materi pertama disampaikan oleh Nur Alya, mahasiswa Program Studi Peternakan UMS Rappang. Ia memaparkan konsep dasar Budikdamber, mulai dari pengenalan metode, alat dan bahan yang dibutuhkan, hingga tahapan pembuatan dan perawatannya.
Menurut Nur Alya, Budikdamber merupakan inovasi budidaya yang mudah diterapkan karena tidak membutuhkan lahan luas maupun biaya besar. Sistem ini mengombinasikan pemeliharaan ikan, khususnya lele, di dalam ember dengan penanaman sayuran seperti kangkung di bagian atasnya.
«”Budikdamber menjadi solusi sederhana bagi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar lebih produktif sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.»
Ia juga menjelaskan bahwa metode tersebut sangat cocok diterapkan di lingkungan permukiman dengan lahan terbatas karena mampu menghasilkan sumber protein hewani dan sayuran dalam satu wadah budidaya.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Riska Aulia, mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan UMS Rappang, yang mengangkat tema Manfaat Ikan Lele dan Kangkung bagi Ketahanan Pangan Keluarga.
Dalam paparannya, Riska menjelaskan bahwa ikan lele merupakan sumber protein hewani yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai gizi tinggi, sedangkan kangkung kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kombinasi keduanya melalui sistem Budikdamber dinilai mampu membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung pola hidup sehat.
“Melalui Budikdamber, masyarakat tidak hanya memperoleh bahan pangan yang bergizi, tetapi juga dapat membangun kemandirian pangan keluarga secara berkelanjutan,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar teknik budidaya, perawatan ikan, hingga cara menjaga kualitas air agar hasil panen lebih optimal.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, mahasiswa KKN UNHAS menyerahkan satu unit media Budidaya Ikan Dalam Ember kepada Tim Penggerak PKK Desa Cipotakari. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Koordinator Desa KKN UNHAS, Al Khaisyurahman, kepada Ketua TP PKK Desa Cipotakari, Wasia, sebagai media percontohan yang diharapkan dapat dikembangkan dan direplikasi oleh masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKN UMS Rappang berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah melalui sistem Budikdamber, warga diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan bergizi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus mendorong terciptanya kemandirian pangan yang berkelanjutan di Desa Cipotakari.


Tinggalkan Balasan