SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melalui Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Islam (LPPI) UMS Rappang kembali memperkuat komitmennya dalam membangun kepemimpinan berlandaskan nilai-nilai Islam melalui pelaksanaan Darul Arqam Pimpinan yang digelar selama tiga hari, 13-15 Juli 2026, di Villa Kincir, Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kegiatan itu mengusung tema “Pengukuhan Ideologi dan Kepemimpinan Berkarakter Islami untuk UMS Rappang Berkemajuan”.
Sebanyak 33 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas para kepala lembaga, kepala biro, dan ketua program studi dari seluruh fakultas di lingkungan UMS Rappang.

Darul Arqam Pimpinan dibuka secara resmi oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., di Aula Lantai III Gedung Rektorat UMS Rappang, Senin (13/7/2026).

Turut hadir dalam pembukaan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS Rappang Drs. H. Abd Azis, M.Si., M.Pd., Wakil Rektor IV UMS Rappang yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidrap Dr. Drs. H. Syamsu T., S.Pd., M.Pd., serta Master of Training, Saifullah Kaharuddin.

Kepala LPPI UMS Rappang, Saifullah, S.Pd., M.Pd. dalam laporannya menjelaskan bahwa Darul Arqam Pimpinan merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang sebelumnya diikuti jajaran pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Ia mengatakan, UMS Rappang memperoleh kesempatan melaksanakan kegiatan tersebut secara mandiri di daerah setelah berkoordinasi dengan Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

“Awalnya kegiatan ini direncanakan berlangsung selama empat hari tiga malam. Namun karena hari terakhir bertepatan dengan visitasi akreditasi Program Studi Hukum Bisnis yang melibatkan sejumlah peserta Darul Arqam, maka setelah berkoordinasi dengan MPKSDI Sulawesi Selatan, kegiatan dipadatkan menjadi tiga hari agar tetap berjalan efektif,” ujarnya.

Saifullah berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi secara optimal karena seluruh materi telah dipersiapkan untuk memperkuat ideologi, kepemimpinan, dan komitmen dalam memajukan UMS Rappang.
Ia juga menyampaikan bahwa Darul Arqam Pimpinan menjadi rangkaian terakhir dari program kaderisasi yang dilaksanakan LPPI UMS Rappang.

“Alhamdulillah, sekitar 90 persen dosen dan tenaga kependidikan UMS Rappang telah mengikuti Darul Arqam. Program ini dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari pimpinan tertinggi hingga tenaga kependidikan, sebagai upaya membangun kesamaan visi dalam mengembangkan kampus yang unggul dan tetap sejalan dengan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPH UMS Rappang, Drs. H. Abd Azis, M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Darul Arqam merupakan sistem pendidikan dan kaderisasi resmi Muhammadiyah yang bertujuan memperkuat pemahaman keislaman, ideologi Muhammadiyah, serta karakter kepemimpinan.

Menurutnya, setelah jajaran pimpinan universitas mengikuti Darul Arqam tingkat wilayah, kini giliran pimpinan di tingkat universitas melaksanakan kegiatan serupa sebagai bentuk tindak lanjut kaderisasi di lingkungan kampus.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Rektor UMS Rappang yang memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat segera dilaksanakan setelah rangkaian wisuda selesai. Ini menunjukkan komitmen pimpinan dalam memperkuat pembinaan ideologi bagi seluruh pimpinan universitas,” ujarnya.

Abd Azis mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan secara penuh hingga selesai agar memperoleh manfaat maksimal.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai keimanan, memperkuat pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sekaligus berdiskusi mengenai strategi memajukan UMS Rappang sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan,” tuturnya.

Melalui Darul Arqam Pimpinan ini, UMS Rappang berharap seluruh pimpinan memiliki kesamaan visi, integritas, dan semangat kepemimpinan Islami dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi, sehingga mampu mewujudkan kampus yang profesional, berdaya saing, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah.