Menu

Mode Gelap
Pinrang mulai ‘Tancap Gas’, Gerakkan Program Indonesia Asri Ketua DPRD Makassar Supratman Sambut Audiensi BPS, Tegaskan Komitmen Penguatan Data untuk Pembangunan Perdana! Audisi Dangdut Academy 8 Indosiar Hadir di Sidrap: Cek Jadwal dan Syarat Lengkapnya Komisi C DPRD Makassar Responsif Tindaklanjuti Aspirasi Lewat Dua Agenda RDP Temui Dirut Trans Entertainment, Syaharuddin Alrif Jajaki Peluang Kerjasama

Eksklusif · 6 Okt 2024 15:06 WITA ·

Dr. Jumria Tekankan Netralitas ASN dan Bahaya Politik Uang dalam Pilkada Serentak 2024


 Dr. Jumria Tekankan Netralitas ASN dan Bahaya Politik Uang dalam Pilkada Serentak 2024 Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Mantan Ketua Bawaslu Bone, Dr. Hj. Jumria, S.Pd., M.Pd., kembali menyoroti berbagai permasalahan krusial yang masih menghantui pelaksanaan Pilkada serentak, terutama persoalan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bahaya politik uang.

Hal itu disampaikan dalam acara sosialisasi pengawasan yang dilaksanakan oleh Panwascam Kulo, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Minggu, 6 Oktober 2024.

Menurut Dr. Jumria, isu Daftar Pemilih Tetap (DPT), netralitas ASN, kepala desa, serta praktik politik uang masih menjadi tantangan serius yang dapat merusak proses demokrasi di Indonesia.

Dalam sebuah diskusi publik, Dr. Jumria menjelaskan bahwa mekanisme kerja Bawaslu melibatkan dua aspek penting, yakni pencegahan dan penindakan.

Ia menegaskan, Bawaslu bukan hanya berperan dalam mengawasi jalannya pemilu, tetapi juga bertugas menegakkan keadilan pemilu untuk memastikan demokrasi berjalan sebagaimana mestinya.

“Netralitas ASN dan kepala desa sangat penting dalam menjaga integritas pilkada. Jika ada intervensi dari pihak yang seharusnya netral, maka proses demokrasi akan terganggu. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi soal menjaga kepercayaan publik terhadap hasil pemilu,” ungkap Dr. Jumria.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam mendukung penyelenggara pemilu.

Menurutnya, mereka memiliki pengaruh besar untuk memastikan masyarakat menjadi pemilih cerdas dan menjaga hak pilihnya dengan baik.

“Kita harus memilih pemimpin yang memiliki visi dan misi untuk membangun daerah, bukan yang hanya memikirkan kepentingan sesaat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Jumria menyoroti berbagai masalah yang bisa muncul selama kampanye, seperti politisasi agama dan penggunaan politik uang.

Ia berharap peserta diskusi dapat membantu Panwaslu dalam menyebarluaskan sosialisasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pemilu, serta pentingnya menolak segala bentuk politik uang.

Ketua Panwascam Kulo, Iswan, yang turut menegaskan pentingnya pengawasan proaktif dari seluruh elemen pengawas pemilu.

“Kami berharap jajaran kami lebih aktif dalam pengawasan di lapangan, karena masyarakat terkadang mengabaikan keberadaan pengawas,” kata Iswan.

Dengan pemilihan kepala daerah serentak yang akan berlangsung pada 27 November 2024, ia berharap kegiatan sosialisasi semacam ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga demokrasi yang sehat dan bebas dari intervensi yang tidak sah.

Melalui upaya ini, Dr. Jumria dan Iswan optimis Pilkada 2024 bisa berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan prinsip demokrasi yang jujur dan adil. (*/Ibe)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Baitullah, Jamaah Haji Khusus Annur Diperkuat Manasik dan Pembekalan Spiritual

12 April 2026 - 18:52 WITA

RS Nene Mallomo Capai 100 Persen, Implementasi SATUSEHAT di Sidrap Terus Didorong

12 April 2026 - 17:28 WITA

Pinrang mulai ‘Tancap Gas’, Gerakkan Program Indonesia Asri

12 April 2026 - 16:08 WITA

Ketua DPRD Makassar Supratman Sambut Audiensi BPS, Tegaskan Komitmen Penguatan Data untuk Pembangunan

12 April 2026 - 16:02 WITA

RS Adinda Medical Centre Sidrap Full 100% SATUSEHAT, Pelayanan Makin Modern

12 April 2026 - 11:09 WITA

Event Dorong Ekonomi Sidrap, Bupati: UMKM Maju, Hunian Hotel Tinggi

11 April 2026 - 22:08 WITA

Trending di Eksklusif

Sorry. No data so far.