Gegara Grup Whatsapp, Lansong mulai ‘Gila’ Urusan
Penulis: Shepa Wela
TEMAN saya, Lansong kini rajin main gadget sejak punya android. Main game, medsos, hingga tak lagi mau ketinggalan isu. Tiktok andalannya.
Di HP Android miliknya, banyak sekali Grup Whatsapp yang dimasuki. Wajar saja, segala informasi ia dapat. Hoax, broadcast tidak jelas, hingga link-link berita seluruh media lokal, bahkan Nasional.
Kalau ngopi, ia tak lagi kehabisan bahan diskusi. Buka HP, cari info kemudian lempar isu, gas diskusi.
Ia pun mudah terpancing informasi dan link berita yang masuk di Androidnya, ia sudah bergaya ‘pengamat’, bahkan ‘analis’.
Ia berani berkomentar, melayani diskusi grup WA yang tak ada habisnya. Semua isu diskusi ia layani, mengkritik pemerintah, mencolek profesi, hingga menawarkan solusi yang basi.
Ya, grup WhatsApp adalah tempat kedua yang brutal dan menyebalkan setelah Twitter.
Grup WhatsApp tidak kondusif bukan tentang bercanda atau broadcast tidak pentingnya. Tetapi, kesalahpahaman yang berujung pada debat kusir.
Contohnya Lansong, yang kini bisa jadi pengamat, bisa jadi aktivis, bahkan kadang berpikir ‘mewakili’ masyarakat. Kadang seperti ‘jubir’ pemerintah. Berani menyimpulkan sesuatu.
Ya, semua itu karena pengaruh Grup WA di Android miliknya. Berita broadcast yang ‘memaksa’ nya mengurusi semua. Ia mulai ‘gila’ urusan, sampai lupa bayar nota kopinya.. ($)


Tinggalkan Balasan