Jembatan Armco dan Senyum Petani Sidrap
Penulis: Syafruddin Wela
TNI adalah tameng negara yang berperan sebaga garda terdepan dalam menghadapi pertahanan militer dan menjaga keutuhan NKRI.
Namun, prinsip TNI kembali ke Rakyat, saat ini telah menjadi doktrin tuntutan reformasi TNI.
Di Kabupaten Sidrap, sebuah daerah yang berjarak sekitar 180 Km dari Makassar, ibukota Sulawesi Selatan, daerah yang dikenal penghasil telur dan beras yang menyangga stok pangan nasional, TNI andil dan mengambil peran untuk ikut menjaga ketahanan pangan.
Pagi itu, puluhan pria berkaos loreng berambut cepak berpeluh di bawah sinar matahari pagi. Beberapa diantaranya masih menggunakan celana lengkap khas TNI. Mendorong gerobak pasir, dan mengangkat batu kali.
Langkah tegap dan bicaranya yang tegas, menandakan mereka adalah pasukan dari TNI. Yah, tentara ini tidak sedang latihan tempur, tidak sedang berperang. Mereka justru bekerja layaknya kuli bangunan, membangun sebuah jembatan di sungai yang lumayan lebar, bentangnya sekitar 8 meter.
Puluhan anggota TNI itu, merupakan personel Kodim 1420 Sidrap yang sedang memulai pembangunan jembatan Armco di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.
Jembatan lama dibongkar. Kayu-kayu lapuk disingkirkan. Beberapa warga yang berprofesi sebagai petani, berbaur dengan pria berpakaian loreng.
Mereka sedang menghidupkan harapan warga, menyambung mimpi yang nyaris terputus. Membangun kembali denyut ekonomi warga dan petani Sidrap yang bergantung pada jembatan itu.
Andi Zulhakim Asdar, sang Komandan Kodim 1420 Sidrap, ikut memimpin pasukan. Perwira TNI berpangkat Letnan Kolonel itu menatap tajam. Wajahnya berkerut, sesekali tersenyum.
Langkah tegap, dan tangan-tangan cekatan para prajurit TNI, telah memberi harapan bagi warga. Semangat kembali tumbuh, jiwa gotong royong bergejolak. Tak lama lagi, akses kembali pulih, hasil-hasil bumi bisa dipasarkan. Kendaraan bisa keluar masuk dusun. Roda kehidupan menggeliat.
Personel Kodim 1420 Sidrap, sedang ‘berjuang’. Bukan di medan tempur. Tetapi, sedang berjuang bersama warga Desa Kanie di medan pengabdian. Memulai satu titik dari 29 jembatan Armco yang akan dibangun di 106 Desa/Kelurahan di Sidrap dan ditargetkan rampung tahun ini.
Jembatan Armco, merupakan Program Prioritas TNI dibawah perintah langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Proyek pembangunan jembatan merah putih. Program ini, tersebar di seluruh Negeri. TNI, khususnya para prajurit Kodim 1420 Sidrap, telah memberi contoh. Perjuangan tidak selalu dengan cara mengangkat senjata. Tapi, dengan pengabdian, kemanusiaan dan gotong royong.
Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, menegaskan pembangunan 29 Jembatan Merah Putih Armco yang dimulai di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, adalah wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat untuk mendukung ketersediaan infrastruktur yang memadai.
Jembatan yang dibangun dengan tipe Armco ini memiliki karakteristik kokoh, tahan lama, dan mampu menahan beban lalu lintas serta arus air yang deras saat musim hujan.
Saat ini, pembangunan jembatan sudah memasuki tahap penyetelan kedudukan dan pemasangan pondasi penahanan Armco serta penguatan struktur utama jembatan.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan penuh ketelitian untuk memastikan posisi Armco berada pada titik yang tepat serta mampu menopang konstruksi jembatan dengan kokoh.
Para pekerja bersama personel yang terlibat tampak kompak di lapangan demi mempercepat proses pembangunan tanpa mengabaikan faktor keamanan dan kualitas pekerjaan.
Pondasi penahanan Armco menjadi salah satu bagian vital dalam pembangunan jembatan ini.
Selain berfungsi menjaga kestabilan konstruksi, pondasi tersebut juga menjadi penopang utama agar jembatan dapat digunakan dengan aman dan tahan lama oleh masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan kerja keras seluruh pihak, pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih diharapkan segera rampung dan dapat memberikan manfaat besar bagi warga Desa Kanie dan sekitarnya.
Dinamakan Jembatan Merah Putih, pembangunan ini menjadi simbol semangat persatuan dan pengabdian TNI dalam memajukan kesejahteraan wilayah pedesaan.
“Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga menjadi lebih lancar. Hasil pertanian dan produk warga bisa lebih mudah dibawa ke pasar, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar mantan personel pasukan pengamanan PBB yang pernah bertugas di Kongo itu.
Keresahan warga kini berubah menjadi harapan, lebih tenang, dan bisa senyum. Senyum warga Kanie.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat, bukan lagi sekadar doktrin. Tapi telah menjelma menjadi kekuatan sinergis yang menempatkan TNI sebagai tentara rakyat yang berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi untuk kepentingan rakyat.
Prajurit Kodim 1420 telah membuktikan, bahwa perjuangan tidak harus selalu dengan senjata, yang identik dengan kekerasan. Tapi, dengan pengabdian, kebersamaan dan kemanunggalan.
Personel TNI dari Kodim 1420 Sidrap telah memulai perjuanganya. Berjuang di jalur pengabdian. 29 Jembatan Armco akan dibangun dan ditarget selesai tahun ini dan petani Sidrap pun tersenyum. (*)



Tinggalkan Balasan