AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidrap, terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel, yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Kabupaten Wajo dan Bone.

Persiapan tak hanya dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kesiapan seluruh cabang olahraga yang akan bertanding, namun juga Ikhtiar untuk berkontribusi dalam pembinaan, pengembangan dan prestasi keolahragaan.

Ketua KONI Sidrap, Sahabuddin Pakkadja, S.Ag, MM, mengatakan bahwa Kepengurusan KONI 2025-2030 sudah mulai bergerak ke arah yang lebih baik dan berorietasi prestasi.

“Yah, KONI Sidrap sudah mulai bergerak. Selain terkait kepengurusan, kita juga tengah mematangkan kesiapan cabor yang akan ikut pada Porprov di Wajo dan Bone mendatang,” imbuh Sahabuddin, Rabu, (22/4/2026).

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan masing-masing pengurus cabang olahraga terus dilakukan guna memastikan program latihan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan. Selain itu, KONI Sidrap juga mulai melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan atlet, termasuk melalui evaluasi performa selama latihan dan uji coba pertandingan. Langkah ini dilakukan untuk mengukur kesiapan atlet secara objektif.

Ditambahkan pula, bahwa pada pertemuan koordinasi dengan Bupati Sidrap, H Syaharuddin Alrif, beberapa waktu lalu, KONI setidaknya mengkonfirmasi bukan hanya soal komitmen, tapi juga menguatkan optimisme menggerakkan keolahragaan di Sidrap.

“Dan alhamdulillah, bapak Bupati pada kesempatan itu, menunjukkan antusias dan dukungannya terutama dalam memantapkan keikutsertaaan Kontingen Sidrap sebagai peserta Porprov XVIII Sulsel tahun 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sidrap, H Syaharuddin Alrif memandang, KONI penting untuk melakukan persiapan sejak awal. Agenda pembinaan kepada cabang olahraga dan atlet sudah terus dirapikan dengan pendekatan lokalatih yang tepat.

“Energi dan vitalitas yang kita punyai saat ini, baik berupa sumber daya atlet maupun anggaran sejatinya segera dipetakan dan dialokasikan secara tepat dan akuntabel. Pada konteks ini, induk organisasi keolahragaan hendaknya berperan aktif,” tukas Bupati. (sp)