Kuliah Go International! Mahasiswa UMS Rappang Teliti Strategi Bertahan Saat Magang di Taiwan
SIDRAP – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menggelar Seminar Proposal Skripsi. Seminar kali ini membahas hal menarik, yakni strategi Adaptasi Bahasa dan Budaya Mahasiswa Indonesia Selama Magang di Taiwan.
Seminar proposal tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (6/7/2026). Dalam kesempatan itu, mahasiswa bernama Riska Kahar mempresentasikan proposal penelitiannya yang cukup menyita perhatian.
Riska mengangkat judul penelitian “Language and Cultural Adaptation Strategies of Indonesian English Department Students During Internships in Hotels in Taiwan.”
Penelitian Riska ini dibimbing langsung oleh Syahrir L., S.Pd., M.Pd selaku Pembimbing I dan Nurul Faradillah, S.Pd., M.Pd selaku Pembimbing II. Sementara itu, dosen penguji Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd.
Di hadapan penguji dan pembimbing, Riska memaparkan latar belakang, rumusan masalah, hingga metodologi penelitiannya. Ia mengupas tuntas bagaimana mahasiswa Indonesia berjuang beradaptasi dengan bahasa dan budaya lokal selama menjalani program magang di hotel-hotel yang ada di Taiwan.
Suasana seminar daring ini pun berlangsung interaktif. Beragam pertanyaan konstruktif, masukan, hingga saran kritis mengalir dari tim pembimbing dan penguji demi mematangkan rancangan penelitian Riska sebelum terjun ke tahap pengumpulan data.
Dosen penguji, Dr. Sam Hermansyah, menaruh harapan besar pada riset yang dilakukan Riska. Menurutnya, hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi kompas penting bagi mahasiswa lain yang ingin go international.
“Penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi akademik dalam bidang pendidikan bahasa Inggris, tetapi juga menjadi referensi bagi mahasiswa yang akan mengikuti program magang internasional, khususnya di Taiwan,” ujar Sam Hermansyah.
Dr. Sam juga meminta Riska untuk segera menyempurnakan proposalnya berdasarkan catatan-catatan selama seminar. Kualitas metodologi harus dijaga ketat agar menghasilkan temuan yang konkret.
“Saya berharap peneliti mampu menyempurnakan proposal berdasarkan masukan yang diberikan, menjaga kualitas metodologi penelitian, serta menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi bahasa, komunikasi lintas budaya,” tuturnya.
Langkah ini, lanjut Dr. Sam, diharapkan mampu menggenjot daya saing para lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang di kancah global.


Tinggalkan Balasan