Mahasiswa Adminkes UMS Rappang Pelajari Pengawasan Obat dan Makanan di BPOM Makassar
MAKASSAR – Mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes) Semester II Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melakukan kunjungan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari studi kasus untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pengawasan obat dan makanan di Indonesia.
Rombongan mahasiswa UMS Rappang diterima langsung oleh Kepala Balai Besar POM Makassar, Yosef Dwi Irwan, S.Si., Apt., bersama jajaran BBPOM Makassar. Dalam kesempatan itu, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai tugas dan fungsi BPOM, mekanisme pengawasan obat dan makanan, serta berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Dosen sekaligus penanggung jawab kegiatan, Devy Febrianti, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa studi kasus ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa sehingga tidak hanya memahami materi di ruang kuliah, tetapi juga mengetahui implementasi pengawasan kesehatan di lapangan.
“Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas mengenai peran strategis BPOM dalam menjamin keamanan, mutu, dan khasiat obat serta pangan yang beredar di masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik di lapangan,” ujar Devy.
Selama kunjungan, mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai berbagai layanan BPOM yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain itu, mereka diajak berdiskusi mengenai sejumlah isu kesehatan yang menjadi perhatian publik, di antaranya maraknya peredaran produk skincare ilegal yang mengandung merkuri serta pengaruh standar kecantikan di media sosial terhadap perilaku konsumsi masyarakat.
Mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya penggunaan obat dan vaksin yang telah memiliki izin edar BPOM, termasuk menjawab berbagai keraguan masyarakat terkait keamanan produk serta isu halal dan haram yang kerap menjadi perbincangan.
Devy berharap kegiatan studi kasus tersebut dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pengawasan obat dan makanan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa semakin memahami peran tenaga administrasi kesehatan dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan, termasuk aspek regulasi dan pengawasan obat serta makanan. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka memasuki dunia kerja nantinya,” katanya.
Di akhir kegiatan, Devy menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Balai Besar POM Makassar beserta seluruh jajaran yang telah menerima rombongan mahasiswa UMS Rappang dengan hangat serta memberikan materi dan wawasan yang sangat bermanfaat. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah seperti BPOM menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di bidang kesehatan.



Tinggalkan Balasan