Menu

Mode Gelap
Kemendagri Proses Pemberhentian Nurdin Abdullah dari Gubernur Sulsel Mentan Sebut Fluktuasi Harga Telur Tantangan bagi Pemerintah Mentan Syahrul akan Jadikan Peternakan Unggas Sidrap “Super Prioritas” Gaji Kades hingga Perangkat Desa di Sidrap Mangkrak 3 Bulan Bawa Bantuan, Bupati Enrekang Berterima Kasih ke RMS

Kabar Utama · 27 Sep 2021 11:24 WITA ·

Miris, Siswa SD 2 Belawae Sidrap harus Naik Rakit ke Sekolah


 Miris, Siswa SD 2 Belawae Sidrap harus Naik Rakit ke Sekolah Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Jembatan rusak akibat banjir bandang yang terjadi di Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap, beberapa waktu lalu, membuat akses warga setempat masih terputus.

Jembatan ambruk diterjang banjir bandang sejak 2020 lalu. Belum adanya perbaikan terhadap sakses satu-satunya milik warga itu, membuat siswa SD Negeri 2 Belawae harus menyeberang menggunakan rakit.

Hasmi Sudarmi, seorang honorer SD Negeri 2 Belawae, bahkan setiap hari harus menemani muridnya dengan menyebrangi sungai dengan menggunakan rakit. Hal ini dilakukan sejak Jembatan Ambruk akibat bencana banjir sejak Juni 2020 lalu, dan siswa sudah belajar tatap muka.

“Sejak jembatan ambruk diterjang banjir bandang, akan sulit menyeberang saat air tinggi. Jadi harus menggunakan rakit. Tapi, jika tak hujan, masih bisa dilewati,” katanya, Minggu (26/9/2021).

Ia mengatakan, saat hujan ketinggian air sungai bertambah, sehingga harus menggunakan rakit. Meski bisa menyeberang dengan rakit, kondisi ini tentu berisiko terhadap pelajar, termasuk guru yang di tinggal di seberang sungai.

“Tapi Alhamdulillah, murid tetap antusias meski perjuangan melintasi sungai cukup berat,” katanya.

Selaku pengjar, Hasmi yang juga tinggal di seberang, setiap hari harus mendampingi murid baik pada saat berangkat maupun pulang sekolah.

“Yang menjadi kendala saat ini jika hujan deras tiba, kita tidak bisa melakukan penyeberang pulang. Kita harus menunggu air surut baru bisa menyeberang pulang dan parah saat menunggu terkadang saya sedih melihat siswa karena kelaparan,” tutur Hasmi Sudarmi.

Hasmi berharap, pemerintah kabupaten Sidrap segera memperbaiki jembatan tersebut, agar akses pelajar dan masyarakat sekitar kembali bisa berjalan normal. (asp)

Artikel ini telah dibaca 503 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Fatayat NU Parepare Gelar Talk Show Parenting

16 Januari 2022 - 11:19 WITA

Dollah Mando Serahkan Alat Ukur dan Media Kampanye Kegiatan Stunting

15 Januari 2022 - 21:13 WITA

Reses, Ketua DPRD Sidrap Kunjungi Dusun Pabbaresseng

14 Januari 2022 - 16:30 WITA

Minggu ini, Pemkab Gelar Car Free Day di Pelataran Ganggawa

13 Januari 2022 - 17:35 WITA

Syaharuddin Alrif Serahkan Bantuan KIP Untuk Mahasiswa UMS

13 Januari 2022 - 16:33 WITA

Bupati Pinrang Lantik Dua Direktur Perusahaan Daerah

13 Januari 2022 - 14:40 WITA

Trending di Eksklusif