KARUBAGA – Di tengah upaya membangun Kabupaten Tolikara yang maju dan berdaya saing, Bupati Willem Wandik, S.Sos menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari hadirnya infrastruktur, tetapi juga dari keberhasilan menyelamatkan karakter dan masa depan generasi muda Papua.

Komitmen itu diwujudkan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin langsung Bupati bersama jajaran Forkopimda, Polres Tolikara, Kodim 1716/Tolikara, tokoh gereja, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Jalan Irian dan Gurikme, Karubaga, Senin (13/7/2026).

Bagi Willem Wandik, langkah tersebut bukan sekadar penertiban, melainkan bagian dari gerakan besar Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk memutus mata rantai perjudian, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan berbagai aktivitas yang mengancam masa depan generasi muda.

“Kami ingin memastikan anak-anak Papua di Tolikara memiliki masa depan yang cerah. Pemerintah tidak boleh membiarkan mereka kehilangan harapan akibat perjudian, narkoba, maupun minuman keras,” tegas Willem Wandik.

Menurutnya, maraknya judi online, togel, permainan dadu, dan peredaran miras telah menjadi ancaman nyata yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus apabila tidak segera ditangani secara serius.

Ia menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah bersama aparat keamanan, gereja, tokoh adat, dan masyarakat harus bersatu menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif.

“Generasi muda adalah aset terbesar Tolikara. Mereka harus dipersiapkan menjadi pemimpin, birokrat, pengusaha, tenaga profesional, dan pelaku pembangunan di tanahnya sendiri. Jangan sampai kesempatan itu hilang karena pengaruh kebiasaan yang merusak,” ujarnya.

Willem Wandik juga mengingatkan bahwa perjudian tidak pernah membawa kesejahteraan. Sebaliknya, aktivitas tersebut hanya melahirkan kemiskinan, konflik sosial, serta melemahkan semangat masyarakat untuk bekerja dan berkembang.

Selain memberantas perjudian, Bupati mengajak masyarakat menerapkan pola hidup yang lebih sehat dengan mengurangi kebiasaan konsumtif yang tidak produktif, termasuk minuman keras, rokok, dan pinang secara berlebihan.

Dalam kesempatan itu, Willem Wandik menyampaikan peringatan keras kepada seluruh kepala distrik, aparat kampung, maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

Ia menegaskan tidak akan mentoleransi aparatur yang terlibat dalam perjudian maupun tindak pidana lainnya.

“Kalau ada aparat pemerintah yang bermain judi, laporkan kepada kami. Pemerintah akan menindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Aparatur harus menjadi teladan, bukan justru memberi contoh yang buruk kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa ASN memiliki kewajiban menjaga integritas dan profesionalisme. Aparatur yang terlibat tindak pidana akan dikenai sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.

Melalui gerakan bersama ini, Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari praktik-praktik yang merusak moral masyarakat.

Bagi Willem Wandik, keberhasilan pembangunan Tolikara pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh lahirnya generasi muda Papua yang berkarakter, berpendidikan, produktif, dan siap menjadi pelaku utama kemajuan daerah di masa depan.