SIDRAP, — Saluran irigasi teknis yang jebol di Kelurahan Majjelling Watang, Kecamatan Maritengngae terus dikebut. Tanggul yang jebol sejak akhir Mei lalu itu, merupakan saluran irigasi teknis yang mengaliri areal persawahan di Kecamatan Maritengngae, hingga Panca lautang, Tellu Limpoe, dan Watang Pulu.

Jebolnya tanggul irigasi Lasireso, telah menyebabkan sejumlah areal persawahan terdampak pada jebolnya tanggul tersebut. Areal pertanaman petani terganggu, akibat penutupan sementara saluran irigasi karena pengerjaan proyek tanggul jebol itu.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas PSDA Sidrap, Hasbin SP yang dihubungi Kamis (11/6) mengatakan, akibat penutupan saluran irigasi di Majjelling Watang itu, suplai air ke sekitar 5.200 Ha areal persawahan di empat kecamatan terganggu. Belum yang menggunakan sistem pompanisasi.

“Pengerjaan saluran jebol baru diperkirakan selesai 10 hari ke depam. PSDA Sidrap, bersama vendor dari Balai Besar Pompengan terus bekerja siang dan malam untuk melakukan perbaikan. Mudah-mudahan, cuaca juga mendukung,” ujar Hasbin.

Saluran irigasi di Lasireso, Kelurahan Majjelling Watang itu, jebol Sabtu, 30 Mei lalu, atau sudah memasuki pekan kedua. Ia berharap, perbaikan segera cepat teratasi agar suplai air ke petani kembali normal.

Bupati Sidrap, H Syaharuddin Alrif, dikabarkan telah turun melakukan pemantauan di lokasi tanggul jebol. Syaharuddin menginstuksikan agar perbaikan irigasi jebol dipercepat untuk memenuhi kebutuhan air petani di empat kecamatan terdampak.

Irigasi jebol yang berada di wilayah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, khususnya di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memang sering memicu banjir dan berdampak pada lahan persawahan warga. Kejadian ini biasanya disebabkan oleh curah hujan ekstrem, pendangkalan atau penyempitan drainase, serta erosi tanggul saluran.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Sidrap, juga telah melakukan tindakan dengan menerjunkan tim darurat dari Pemda untuk melakukan penanganan tanggap darurat seperti penimbunan tanggul.

Sedangkan, Irigasi yang jebol merupakan Daerah Irigasi (DI) Saddang yang merupakan wewenang pusat, sehingga pengerjaan teknis harus melibatkan BBWS Pompengan Jeneberang. (sp)