Wagub Sulsel Kunjungi Pengolahan Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi di Sidrap
Kunjungan tersebut dilakukan usai menghadiri panen raya di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae. Fatmawati Rusdi bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah melihat langsung proses pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik remah.
CV. Kur Agro Lestari merupakan usaha lokal yang bergerak di bidang peternakan sekaligus mengolah limbah berupa kotoran ayam dan sapi menjadi pupuk organik. Pengolahan tersebut membuat limbah peternakan memiliki nilai tambah dan dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat potensi usaha lokal yang dapat dikembangkan lebih besar.
“Kita menerima kunjungan Wakil Gubernur di lokasi CV. Kur Agro Lestari yang memproduksi pupuk organik remah. Kita akan bantu untuk kerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam rangka pemberdayaan pengusaha lokal Sidrap, karena bahan bakunya cukup banyak di Sidrap,” ujar Syaharuddin.
Ia menyebut, CV. Kur Agro Lestari memiliki kapasitas produksi sekitar 7 ton pupuk organik per hari dengan memanfaatkan kotoran ayam dan sapi sebagai bahan baku.
“Dengan kapasitas 7 ton per hari dari kotoran ayam dan kotoran sapi, CV. Kur Agro Lestari sudah lama mengolah pupuk organik ini. Untuk itu kita dorong usahanya agar lebih besar lagi,” katanya.
Menurut Syaharuddin, potensi pengembangan usaha tersebut cukup besar karena Sidrap memiliki aktivitas peternakan dan pertanian yang tinggi. Ketersediaan bahan baku dari sektor peternakan juga menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Pengolahan limbah peternakan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan. Kotoran ternak yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat bagi petani.
Pemerintah Kabupaten Sidrap berencana mendorong pengembangan usaha tersebut melalui peluang kerja sama dengan Kementerian Pertanian. Dukungan itu diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran.
“Kita ingin bahan baku yang ada di Sidrap tidak hanya menjadi limbah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi dan kembali mendukung pertanian kita,” lanjutnya.
Pengembangan pupuk organik dari limbah ternak juga mempertemukan potensi sektor peternakan dan pertanian dalam satu rantai ekonomi. Bahan yang berasal dari aktivitas peternakan diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung produksi pertanian.
Kunjungan Wagub Sulsel bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung potensi usaha lokal yang dapat dikembangkan dan terhubung dengan program pemerintah di tingkat provinsi maupun pusat.
Melalui pengolahan tersebut, limbah peternakan tidak berhenti sebagai persoalan lingkungan, tetapi dapat menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan di Sidrap.



Tinggalkan Balasan