UMS Rappang Perkuat Tata Kelola AUM, Peserta Baitul Arqam Pimpinan Dalami PHIWM
SIDRAP – Peserta Baitul Arqam Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti Materi ke 6 bertajuk “PHIWM: Mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)” di Villa Kincir, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (14/7/2026).
Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Drs. KH. Syamsu Tang, M.Pd. yang mengupas secara komprehensif urgensi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), implementasinya dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga strategi menginternalisasikan nilai-nilai PHIWM dalam kehidupan sehari-hari dan tata kelola institusi.
Dalam pemaparannya, Syamsu Tang yang juga ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidrap menegaskan bahwa PHIWM bukan sekadar pedoman normatif, tetapi menjadi landasan moral dan operasional bagi seluruh warga Muhammadiyah dalam menjalankan amanah di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.
“PHIWM harus menjadi budaya kerja, bukan hanya dokumen yang dibaca. Nilai-nilai Islam berkemajuan harus tercermin dalam setiap kebijakan, pelayanan, dan tanggung jawab yang dijalankan di Amal Usaha Muhammadiyah,” ujarnya.
Melalui materi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun tata kelola AUM yang amanah, profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Nilai-nilai PHIWM juga diharapkan menjadi pedoman bagi dosen dan tenaga kependidikan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan masyarakat.
Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Baitul Arqam merupakan bagian dari upaya strategis universitas dalam memperkuat karakter dan ideologi sivitas akademika.
“Kemajuan UMS Rappang tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kuatnya nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menjadi ruh dalam setiap aktivitas kampus. Melalui Baitul Arqam, kami ingin memastikan seluruh pimpinan memiliki komitmen yang sama dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah secara profesional sekaligus berlandaskan nilai-nilai Islam,” kata Prof. Jamaluddin Ahmad.
Sesi berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai berbagai tantangan pengelolaan AUM di era modern. Para peserta juga diajak merefleksikan implementasi PHIWM dalam kepemimpinan, pelayanan, dan pengembangan institusi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Baitul Arqam PTMA UMS Rappang yang bertujuan memperkuat pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sekaligus terus membangun budaya kerja Islami sebagai fondasi mewujudkan UMS Rappang sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul, profesional, dan berkemajuan.


Tinggalkan Balasan