AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali meneguhkan posisinya sebagai salah satu lumbung telur terbesar di Indonesia.
Hal itu ditandai dengan kegiatan pelepasan pengiriman telur ayam lokal ke berbagai wilayah di Indonesia yang turut disaksikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr. Ir. Amalia Adininggar Widyasanti, M.C.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, dalam laporannya menyampaikan bahwa sektor peternakan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap hingga menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, populasi ayam petelur di Sidrap saat ini mencapai sekitar 5.117.000 ekor dengan produksi telur sekitar 5.000.000 butir per hari. Produksi tersebut menghasilkan perputaran ekonomi kurang lebih Rp12 miliar setiap harinya dan didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.
“Hari ini kami buktikan di hadapan Ibu Kepala BPS RI bahwa masyarakat Sidrap bekerja bukan hanya untuk daerahnya, tetapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar Syaharuddin.
Syaharuddin Alrif menjelaskan, sejumlah perusahaan peternakan turut mengirim telur ke berbagai daerah seperti Kalimantan Timur, Kendari, Manado, Samarinda, Kolaka, Nunukan hingga Makassar.
Salah satunya perusahaan Cahaya Mario yang mengirim telur menggunakan 13 truk ke beberapa daerah tujuan.
Selain itu, beberapa perusahaan lain seperti Dirga Grup, Yusra Palupi Damai, Puncak Ternak, dan Mitra Mandiri juga melakukan pengiriman telur ke sejumlah daerah. Total pengiriman telur pada kegiatan tersebut mencapai 71.720 rak dengan nilai sekitar Rp3,8 miliar.
Tidak hanya telur, Sidrap juga mengirimkan Day Old Chick (DOC) atau anak ayam yang diproduksi sekitar 2.500.000 ekor per bulan. Perputaran transaksi dari sektor ini diperkirakan mencapai sekitar Rp18 miliar setiap hari.
Sementara itu, Kepala BPS RI, Dr. Ir. Amalia Adininggar Widyasanti, M.C., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Sidrap dalam mengembangkan sektor peternakan yang berdampak pada ketahanan pangan nasional.
Ia mengatakan kegiatan pelepasan pengiriman telur, daging ayam, serta DOC tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Sidrap dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.
“Kami berharap pengiriman ini berjalan lancar dan memberikan manfaat tidak hanya bagi Kabupaten Sidrap, tetapi juga bagi Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Amalia juga menegaskan bahwa BPS akan terus berkomitmen menghasilkan statistik yang berkualitas, bermakna, dan berdampak sebagai kompas pembangunan bagi pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan daerah.
Kegiatan pelepasan pengiriman telur dan DOC tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta para pelaku usaha peternakan di daerah tersebut. (asp)











