Kemnaker Gandeng Yayasan Andi Tanri Toalala Gelar Pelatihan Recycling Specialist di Sidrap
SIDRAP – Balai Pendidikan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Andi Tanri Toalala (TPS3R Sidrap) menggelar Pelatihan Vokasi Berbasis Kompetensi Tailor Made Training Program Recycling Specialist di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rappang Bersinar, Kelurahan Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (22/7/2026).
Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Panca Rijang, Faradilla Bakry, SKM., M.Si. Kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) Dr. Hj. Andi Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si. yang mewakili Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Ketua Yayasan Andi Tanri Toalala Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., Direktur TPS3R Rappang Bersinar Dr. Abdul Jabbar, Ketua TP PKK Kecamatan Panca Rijang, Lurah Rappang, serta sejumlah tamu undangan.
Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan yang berlangsung selama 10 hari. Mereka akan mendapatkan materi teori dan praktik mengenai pengelolaan sampah berbasis kompetensi yang dipandu langsung oleh aktivis lingkungan asal Kabupaten Pinrang, Ali Topan.
Ketua Yayasan Andi Tanri Toalala, Dr. H. M. Rais Rahmat Razak, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah di masa depan.
“Persoalan sampah ke depan akan menjadi sektor yang sangat penting. Karena itu kami ingin menyiapkan agen-agen perubahan yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sehingga mampu mengelola sampah secara profesional,” ujarnya.
Menurut Dr. Rais, peserta memang dibatasi hanya 16 orang agar pembinaan dapat dilakukan secara maksimal. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak pengelolaan sampah di daerah masing-masing setelah menyelesaikan pelatihan.
Ia menjelaskan, TPS3R Rappang Bersinar dipilih sebagai lokasi pelatihan karena menjadi contoh pengelolaan sampah yang telah berjalan dengan dukungan fasilitas pengolahan dan jumlah pelanggan yang terus bertambah.
“Pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pengumpulan. Ke depan akan dikembangkan menjadi industri, mulai dari produksi kompos, budidaya maggot hingga pengolahan sampah bernilai ekonomi lainnya,” jelasnya.
Dr. Rais menambahkan, seluruh peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi yang memiliki nilai penting di dunia kerja.
“Saat ini profesi di bidang pengelolaan sampah membutuhkan tenaga yang memiliki sertifikasi. Karena itu kami berharap peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor II UMS Rappang Dr. Hj. Andi Astinah Adnan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen UMS Rappang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Ia mengatakan pengelolaan sampah harus mulai dipandang sebagai peluang ekonomi, bukan sekadar limbah yang harus dibuang.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Sampah bukan lagi sesuatu yang harus dihindari, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Camat Panca Rijang Faradilla Bakry menilai persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di hampir seluruh wilayah, termasuk Kecamatan Panca Rijang.
Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah menjadi penyebab utama masih tingginya volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
“Selama ini sampah masih dianggap musuh, padahal jika dikelola dengan baik dapat menjadi sumber ekonomi. Karena itu dibutuhkan edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk mengelola sampah sejak dari rumah,” katanya.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara BPVP Pangkep, Yayasan Andi Tanri Toalala, TPS3R Rappang Bersinar, dan UMS Rappang dalam menghadirkan pelatihan tersebut.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Faradilla berharap seluruh peserta mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing sehingga ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, pemerintah bersama dunia pendidikan dan komunitas lingkungan berharap lahir tenaga-tenaga profesional di bidang pengelolaan sampah yang mampu mendorong terciptanya lingkungan bersih sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis ekonomi sirkular.


Tinggalkan Balasan