Menu

Mode Gelap
Penari Asal Sidrap Tampil Memukau di Ajang Sulsel Menari 2024 Kadis Pendidikan Pinrang Hadiri Penamatan Siswa SDN 8 Pinrang Sah, Matador’s Perjuangan Deklarasi Dukung Pasangan Syaharuddin Alrif – Nurkanaah Rapimnas Kerukunan Keluarga Pinrang Dihadiri 36 Delegasi Seluruh Indonesia Gabung NasDem, PAN Usung Syaharuddin Alrif – Nurkanaah di Pilkada Sidrap

Terkini · 3 Apr 2018 16:03 WITA ·

Harga Gabah Anjlok, Kabid Perdagangan Akan Kordinasi Dengan Satgas


 Harga Gabah Anjlok, Kabid Perdagangan Akan Kordinasi Dengan Satgas Perbesar

AJATAPPARENG.ONLINE, SIDRAP — Terkait harga gabah yang anjlok dari harga gabah Rp 4.600 ribu per kilogram turun menjadi Rp 4.400 per kilogram. Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam hal ini Dinas Perdagangan akhirnya angkat bicara.

Kepala Bidang Perdagangan, H Sudarmin, saat ditemui diruang kerja, Selasa (3/4/2018) mengatakan penyebab anjloknya harga gabah saat ini belum diketahui persis siapa yang menurunkan harga gabah.

“Yang jelas diduga ada permainan antara Pedagang dan Pengumpul. Jadi para Tengkulak kemungkinan besar dia beli dari petani dengan harga rendah,” kata Sudarmin.

Kita ketahui bersama hasil diskusi yang dilakukan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidrap beberapa waktu telah ditemukan harga pembelian standar Gabah Kering Panen sebesar (GKP) Rp 4.800 di tingkat Pengumpul.

Sementara harga Gabah dan Beras di penggilingan Rp 4.900 per Kg. Hal itu berdasarkan dari harga beli beras medium Bulog Rp 8.760 perKg berlaku hingga bulan April 2018.

Terkait hal itu dalam waktu dekat ini, kita akan melakukan koordinasi bersama pihak Satuan Tugas (Satgas) untuk membicarakan ulang terkait harga gabah yang Anjlok.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap, Sudirman Bungi, turut menanggapi harga gabah yang dikeluhkan petani sejak beberapa hari terakhir.

Penentuan harga gabah merupakan kewenangan Menteri Perdagangan (Mendag) RI. Kini harga gabah di tingkat petani, diatur dengan Permendag 27 tahun 2017, dengan harga gabah kering panen (GKP) Rp. 3.700 per kilogram.

“Harga gabah di tingkat petani itu sangat ditentukan oleh hukum pasar, yakni jika permintaan banyak suplai kurang, harga akan naik,” kata Sudirman Bungi.

Saat ini sejumlah daerah juga tengah memasuki masa panen. Pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog), untuk dapat melakukan pembelian gabah petani dengan mengikuti harga pasar.

“Sebagai pemerintah daerah produsen gabah dengan mayoritas masyarakatnya sebagai petani, tentu akan senang jika harga gabah tinggi, karena itu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” pungkasnya. (asp/ajp)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

GSI Panca Rijang dan Baranti Sidrap Lolos Final di Ajang Gala Siswa Indonesia Cabang Sepak Bola

13 Juni 2024 - 20:27 WITA

Penyuluhan Kasat Binmas Polres Sidrap: Sinergi untuk Atasi Penyakit Masyarakat

13 Juni 2024 - 15:31 WITA

Penari Asal Sidrap Tampil Memukau di Ajang Sulsel Menari 2024

12 Juni 2024 - 17:43 WITA

Kadis Pendidikan Pinrang Hadiri Penamatan Siswa SDN 8 Pinrang

11 Juni 2024 - 13:51 WITA

Anggaran Belum Turun, Syahar Turun Perbaiki Sementara Jalur Sidrap-Soppeng

11 Juni 2024 - 11:46 WITA

Terduga Pelaku Pencurian Emas di Amankan Polsek Dua Pitue Sidrap, Begini Modusnya

10 Juni 2024 - 18:08 WITA

Trending di Fokus

Konten ini milik Ajatappareng Online. Anda tidak dapat menyalin konten ini.